KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Inflasi Kota Madiun pada Januari 2024 cukup terkendali.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun melaporkan tingkat inflasi year-on-year (yoy) 2,15 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 104,80.
Jika dibandingkan dengan Desember 2023, inflasi di Kota Madiun mengalami penurunan 0,2 persen.
Tomat, bawang merah dan beras menjadi komoditas pemicu inflasi. Tomat paling besar. Yakni, 77,38 persen.
‘’Tingkat inflasi month-to-month Januari 2024 sebesar 0,16 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Januari 2024 sama (0,16 persen),’’ kata Kepala BPS Kota Madiun Abdul Aziz, Minggu (4/2).
Dari sebelas kelompok pengeluaran, dia menambahkan, lima kelompok pengeluaran tercatat menyumbang inflasi, empat kelompok pengeluaran mengalami deflasi.
Adapun dua kelompok pengeluaran stabil.
Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi adalah makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,43 persen.
Sedangkan kelompok yang mengalami inflasi terendah adalah perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,34 persen.
‘’Pada Januari 2024 (m-t-m) dari 339 komoditas amatan, sebanyak 61 komoditas mengalami inflasi, 227 komoditas tidak mengalami perubahan harga dan 51 komoditas mengalami inflasi,’’ terang Azis.
Sementara itu, kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi terbesar adalah kelompok perawatan transportasi sebesar 0,89 persen.
Sedangkan kelompok yang mengalami deflasi terkecil adalah kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,01 persen.
‘’Yang jelas, inflasi Januari 2024 terkendali. Tapi, bahan makanan dan makanan jadi tetap perlu diperhatikan. Ini penting supaya daya beli masyarakat tidak tergerus,’’ terang Azis. (mg1/her)
Komoditas Pemicu Inflasi Januari 2024
Tomat: 77,38 persen
Bawang merah: 13,23 persen
Beras: 0,98 persen
Pisang: 4,75 persen
Bimbingan belajar: 9,87 persen
Bawang putih: 6,7 persen
Jeruk: 5,67 persen
Kue basah: 3,78 persen
Sigaret kretek: 1,12 persen
Soto: 2,12 persen
Editor : Mizan Ahsani