Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Pemkot Madiun Klaim Stok Beras Cukup sampai Ramadan-Lebaran

Erlita H • 2024-02-17 15:15:00

 

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Selain soal harga, Pemkot Madiun mempertimbangkan ketersediaan stok beras di pasaran. Saat ini, stok beras di gudang Bulog mencapai 4–6 ribu ton. Pun, pemerintah menjaga agar stok beras selalu di atas 2 ribu ton.

‘’Kalau di Kota Madiun, kami koordinasi dengan Bulog stok tersedia sangat cukup,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun Ansar Rasidi, Sabtu (17/2/2024).

BAHAN POKOK: Beras menjadi salah satu komoditas yang memicu kenaikan inflasi pada Januari lalu. (ILUSTRASI FOTO: BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
BAHAN POKOK: Beras menjadi salah satu komoditas yang memicu kenaikan inflasi pada Januari lalu. (ILUSTRASI FOTO: BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)

Bahkan, ada jaminan stok yang ada bisa mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Ramadan. Sehingga, warga diminta untuk tidak panik maupun khawatir. Di samping itu, pemkot juga menyediakan stok beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Warung Tekan Inflasi (Wartek).

Ansar mengungkapkan, saat ini harga eceran tertinggi (HET) beras sebesar Rp 10.900 per kilogram. Namun demikian, harga beras di pasaran sudah menembus Rp 14–15 ribu.

‘’Soal stok beras di kota tidak ada masalah. Meskipun (ketersediaan stok) sempat terpengaruh oleh daerah lain, tapi kami sudah antisipasi dengan mensosialisasikannya kepada pedagang dan masyarakat,’’ papar mantan kepala dinas perhubungan itu.

Seandainya terjadi lonjakan harga kembali, pihaknya sudah menyiapkan opsi operasi pasar. Dinas perdagangan berencana menggandeng Perum Bulog untuk mencukupi kebutuhan operasi pasar sekaligus Wartek. ‘’Untuk saat ini, harapannya masyarakat tidak terpengaruh dan tidak melakukan pembelajaaan beras banyak-banyak,’’ tutur Ansar.

Terpisah, Badan Pusat Statisik (BPS) setempat menyarankan kepada pemkot untuk menyiapkan langkah antisipasi untuk mengendalikan inflasi menjelang Ramadan–Lebaran. Utamanya pada komoditas telur, daging ayam, dan cabai rawit.

‘’Selain itu, pakaian, sandal dan sepatu serta jajanan ringan pun berpeluang alami kenaikan (memicu inflasi),’’ ujar Kepala BPS Kota Madiun Abdul Aziz.

Baca Juga: Warga Kota Madiun yang Ingin Beli Beras SPHP Harus Tunjukkan NIK, Bulog: Syarat Diperketat supaya Tak Dijual Kembali

Di samping itu, Aziz menekankan perlunya pengelolaan stok bahan pangan, terutama beras. Sebab, pada Januari lalu diketahui bahwa harga beras mengalami kenaikan. ‘’Dalam beberapa bulan ke depan, kita perlu memastikan bahwa stok bahan pangan, khususnya beras itu mencukupi guna menghindari potensi pemicu inflasi,’’ terangnya.

Karena itu, pihaknya mendorong pemkot untuk aktif dalam mengamankan ketersediaan bahan pangan. Kemudian, menyusun kebijakan serta langkah preventif untuk mengatasi potensi spekulasi.

‘’Bahwa dengan langkah-langkah antisipatif yang tepat, diharapkan dapat menjaga stabilitas pasar pangan dan mencegah kenaikan inflasi yang signifikan selama periode Ramadan dan Lebaran,’’ jelas Aziz. (mg1/her)

Editor : Hengky Ristanto
#kota madiun #beras #bulog #Pemkot Madiun