KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Permukiman di sepanjang Kali Gempol yang selama ini dikenal kumuh bakal berubah wajah. Pemkot berencana merevitalisasi kawasan padat penduduk tersebut pada tahun ini.
‘’Saat ini masih dalam tahap sosialisasi. Selanjutnya, masuk proses pelengkapan dokumen perencanaan,’’ kata Kabid Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun Budi Agung Wicaksono, Minggu (25/2/2024).
Dia menjelaskan, penataan permukiman di Kali Gempol itu merupakan bagian dari program yang diusulkan pemkot ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun lalu.
Hingga akhirnya, usulan untuk memperbaiki kualitas permukiman dalam satu delineasi kawasan itu disetujui dengan alokasi anggaran Rp 12,5 miliar dari APBN. ‘’Prinsipnya sebagai penataan kota dan pengentasan kawasan kumuh. Mulai tata ruang, interaksi antarruang dan saluran,’’ jelas Agung.
Agung menambahkan, anggaran yang dikucurkan itu terbagi dalam beberapa kegiatan. Di antaranya, penyediaan akses air minum, sanitasi IPAL skala permukiman dengan jaringan 150 sambungan rumah, pembangunan dan peningkatan rumah swadaya. Serta, pembangunan tempat pengelolaan sampah 3R (reduce, reuse, recycle), jalan dan drainase lingkungan.
‘’Di Jawa Timur, hanya ada empat daerah yang menerima DAK TPPKT (Dana Alokasi Khusus Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu). Alhamdulillah, Kota Madiun menjadi salah satunya,’’ ujarnya. (ggi/her)
LIMA ITEM PEKERJAAN DAK TPPKT
Rp 3,65 miliar
Pembangunan dan Peningkatan Rumah Swadaya
Rp 1 miliar
Penyediaan Akses Air Minum
Rp 1,5 miliar
Pembangunan Sanitasi IPAL Skala Permukiman dengan Jaringan 150 SR
Rp 665 juta
Pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah 3R
Rp 5,7 miliar
Pembangunan Jalan serta Drainase Lingkungan
Editor : Hengky Ristanto