KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sebanyak 74 warga Kota Madiun terjangkit demam berdarah dengue (DBD). Jumlah kasus itu terhitung selama Januari–Februari. Bahkan, tercatat satu kasus meninggal kurun dua bulan tak sampai itu. Kini, pemkot setempat menggencarkan berbagai upaya pencegahan dan penanganan DBD.
Pemkot Madiun serius membahas seluk beluk DBD dalam sebuah rapat pada Senin (19/2) lalu. Hasilnya, dinas kesehatan, pengendalian penduduk, dan keluarga berencana (dinkes-PPKB) setempat untuk memaksimalkan sikap.
Turun lapangan mencegah genangan air sebagai media kembang biak Aedes Aegypti sekaligus menggencarkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). ‘’Segera buat pengumuman ke masyarakat tentang apa yang harus dilakukan,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Senin (26/2/2024).
Layanan kesehatan tak boleh kendur saat musim penghujan dengan berbagai potensi penyakit. Tak terkecuali DBD. Maidi mengklaim, perihal tersebut selalu dalam monitor. ‘’Apa penyakit yang banyak diderita masyarakat penting diketahui untuk menentukan Tindakan yang harus dilakukan ke depan,’’ ujarnya.
Selain DBD, Maidi menyebutkan bahwa saat ini tak sedikit masyarakat mengalami hipertensi. ‘’Bagaimana cara mengerem hipertensi, pengumuman apa yang dibutuhkan, cepat disosialisasikan ke masyarakat,’’ pungkasnya. (mg1/den)
DBD AWAL TAHUN!
Januari
35 kasus
1 meninggal
Februari
39 kasus
Total kumulatif
74 kasus
1 meninggal
Editor : Hengky Ristanto