KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Wali Kota Madiun Maidi menyerap aspirasi para pelaku usaha dalam acara Curhat ke Pak Wali di Aston Hotel, Jumat (8/3). Dalam kesempatan itu, Maidi banyak dicurhati para pengusaha muda yang tergabung dalam Hipmi Kota Madiun soal akses permodalan, promosi hingga kendala usaha.
Salah satu curhatan yang ditampung Maidi terkait penerapan sertifikat laik fungsi (SLF) genset di masing-masing perusahaan. Persoalan tersebut sempat dikeluhkan karena sebagian pengusaha kepemilikan SLF itu sempat disorot pihak kepolisian.
‘’Yang sifatnya berkaitan dengan pemda, Insya Allah tidak ada kesulitan. Namun yang urusannya dengan pemerintah pusat, dari pemda siap menjembatani seperti halnya soal SLF genset itu. Mungkin karena mereka kurang sosialisasi sehingga muncul permasalahan di bawah,’’ ujarnya.
Maidi mengatakan, semakin bertambahnya pengusaha menunjukkan bahwa perekonomian di Kota Madiun memiliki prospek yang positif ke depan. Karena mereka dinilai mampu menangkap peluas bisnis. ‘’Putra daerah harus bisa menangkap peluang di kotanya sendiri. Jangan cuma jadi penonton,’’ tuturnya.
Sementara itu, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Madiun Satria Abadi Prawirasumantri berharap apa yang disampaikan para pengusaha bisa difasilitasi dan dibantu untuk dicarikan solusi terkait permasalahan yang dihadapi.
‘’Dengan kegiatan ini kami sudah sampaikan hal-hal apa saja yang dirasakan pengusaha kepada Pak Wali. Kami harap ke depannya sinergi dengan Pemkot Madiun semakin kuat. Kami ingin Kota Madiun seperti Solo yang pemerintahannya serius memfasilitasi para pengusaha muda untuk berkembang,’’ bebernya. (her/*)
Editor : Hengky Ristanto