KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Madiun Munir meminta semua pihak saling menghormati terkait perbedaan penentuan awal Ramadan tahun ini.
‘’Kita hormati pilihan dan keyakinan umat Islam dalam mengawali puasa Ramadan 1445 H/2024 M. Sikap saling menghormati perlu dikedepankan dalam menyikapi perbedaan,’’ katanya, Senin (11/3/2024).
Meski begitu, tak menampik Lebaran antara Muhammadiyah, NU dan pemerintahan nanti bakal jatuh pada tanggal yang sama tahun ini. ‘’Biasanya kalau sekarang (awal Ramadan) berbeda kemungkinan Idul Fitri sama. Tapi, tetap harus menunggu informasi dari pemerintah,’’ terangnya.
Dia menilai perbedaan penetapan awal Ramadan terjadi karena antara pemerintah, Muhammadiyah dan NU menggunakan metode yang tidak sama dalam penentuannya. Muhammadiyah memakai metode hisab, sedangkan pemerintah dan NU condong menggunakan rukyatulhilal.
‘’Cuma, karena dasar kita berbeda, jadi kalau menggunakan hisab kemarin malam sudah melaksanakan tarawih dan hari ini puasa. Kalau dasarnya rukyatulhilal disepakati ketinggian di atas tiga derajat baru dilaksanakan puasa besok,’’ terangnya. (mg1/her)
Editor : Hengky Ristanto