KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Masyarakat tentu sepakat kalau belakangan ini cuaca kelewat panas.
Meski terkadang diguyur hujan, namun saat siang-sore cuaca di Madiun Raya bisa begitu panas terik.
Puasa ramadan seolah menjadi lebih berat. Sebab cuaca yang panas dapat membuat kita merasa lebih haus lagi.
''Cuaca yang amat panas ini faktor fenomena equinox,'' kata Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Nganjuk Sumber Harto, Senin (25/3).
Harto menyampaikan, fenomena equinox terjadi dua kali di wilayah Indonesia tahun ini. Yakni, pada 21 Maret dan 23 September.
Dua kali fenomena itu jadi biang suhu kelewat panas yang terjadi akhir-akhir ini.
''Saat fenomena terjadi, matahari dan bumi berada pada jarak terdekat dengan garis ekuator sehingga wilayah sekitar akan menerima paparan matahari yang maksimum,'' terangnya.
Dalam fenomena equinox, lanjut Harto, matahari mengikuti gerak matahari semu pada bulan Maret. Posisi tepat di atas khatulistiwa. Terutama pulau Jawa.
''Sehingga, suhu di Jawa terasa lebih panas daripada biasanya," ujarnya.
Harto menuturkan, dampak equinox ketika musim penghujan, suhu lebih dari 22 derajat celcius. ''Sementara di musim kemarau, sekitar 25-27 derajat celcius,'' ujarnya. (mg1/den)
Editor : Mizan Ahsani