KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Konsumsi masyarakat yang meningkat saat Lebaran disikapi dengan pengecekan harga, kondisi, dan stok, bahan pangan.
Sasarannya di sejumlah lokasi. Mulai penggilingan padi sampai toko ritel modern.
''Kami temukan barang dengan kemasan yang sobek di toko ritel modern,'' kata Analisis Perdagangan Ahli Muda Dinas Perdagangan Kota Madiun Tri Prasetyaningrum, Kamis (4/4).
Tri mengungkapkan, pihaknya segera mengulik penyebab barang dengan kemasan rusak itu.
Alhasil, diketahui bahwa kerusakan akibat pendistribusian yang kurang hati-hati.
''Kami sarankan kepada pihak toko ritel modern untuk menarik barang-barang seperti itu dari etalase, takutnya merugikan konsumen,'' ujarnya.
Perihal beras tetap menjadi perhatian khusus.
Di penggilingan padi di kota ini, kata Tri, terdapat 200 ton stok gabah.
Jumlah itu diprediksi cukup untuk tiga bulan ke depan.
''Stok gabah di penggilingan aman, di toko ritel modern juga aman. Masyarakat jangan panic buying,'' ungkapnya.
''Soal harga, beras premium Rp 14.900 per kilogram. Ada juga yang Rp 13.900 per kilogram,'' imbuhnya.
Store General Manager (GM) Hypermart Mall Plaza Madiun Firma Guntur mengklaim, ketersediaan komoditas bahan pokok di tempatnya aman.
Beras SPHP baru masuk, beras premium dengan HET masih cukup banyak.
''Untuk pembelian beras SPHP ada pembatasan pembelian, satu orang satu karung, biar merata,'' ungkapnya. (mg1/den)
Editor : Mizan Ahsani