KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Capaian kinerja Pemkot Madiun di berbagai sektor dalam lima tahun terakhir cukup positif.
Di antaranya, pertumbuhan ekonomi dan indeks pemangunan manusia atau IPM yang terus naik.
‘’Tidak hanya capaian bagus yang kami paparkan, capaian yang kurang maksimal juga diungkap untuk dibahas bersama,’’ kata Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Madiun Suwarno, Minggu (7/4).
Dia menjelaskan, sebenarnya keberhasilan suatu daerah itu dapat diukur pada IPM-nya. Ketika IPM daerah naik, otomatis kesejahteraan masyarakatnya meningkat.
Sebab, IPM sudah mencakup beberapa variabel penting.
Lebih lanjut, Suwarno menyebut ada tiga variabel yang masuk dalam IPM.
Meliputi ekonomi, pendidikan dan kesehatan.
Jika dikupas lebih dalam, ketiga variabel tersebut di antaranya terkait pengeluaran per kapita, angka kemiskinan, harapan lama sekolah (HLS), rata-rata lama sekolah (RLS), hingga angka harapan hidup (AHH).
Sehingga, menurutnya, bisa dikatakan bahwa IPM dapat mewakili tolok ukur capaian kinerja daerah.
‘’IPM di angka 82,71 per 2023 lalu. Capaian ini sudah baik. Target 2025 kisaran 83,90,’’ sebut mantan kepala DPUPR tersebut.
Di samping itu, Suwarno tak menampik ada beberapa indikator skala makro yang belum maksimal.
Indeks Gini, misalnya. Angka kesenjangan pendapatan yang seharusnya turun jutsru mengalami kenaikan.
Baca Juga: Lebaran, di Kota Madiun Saja
Meski begitu, kenaikan indeks gini bukan tanpa sebab. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi yang meningkat serta heterogenitas masyarakat menjadi faktor penyebabnya.
Suwarno menilai, wilayah perkotaan memiliki masyarakat dengan keberagaman profesi dan pendapatan. Pun, gap atau jarak si miskin dengan si kaya bisa terpaut jauh.
‘’Kesenjangan ini tidak bisa dihindari di wilayah perkotaan yang heterogenitas. Tapi, kami terus berupaya memangkas jarak dengan program pemberdayaan ekonomi dan bantuan sosial. Baik bagi kemiskinan kultural mapun absolut,’’ paparnya.
Dia mengatakan, capaian kinerja maupun indikator tersebut menjadi bahan dan tertuang dalam perumusan rancangan pembangunan jangka panjang daerah 2025-2045 Kota Madiun.
Meliputi lima visi sasaran RPJPD, 17 arah pembangunan, delapan misi RPJPD, 45 indikator dan 77 sub-indikator. ‘’Program pembangunan tidak jauh dari kesejahteraan masyarakat,’’ ujar Suwarno.
Suwarno menyampaikan bahwa sederet program kesejahrteraan masyarakat sejatinya telah direalisasikan pemkot. Dia ambil contoh program fisik. Di antaranya, Pahlawan Street Center (PSC), Pahlawan Business Center (PBC), Pondok Lansia, serta Sumber Wangi.
Program fisik itu merupakan infrastruktur publik yang tolok ukurnya azas manfaat, bukan berorientasi laba (profit oriented).
‘’Infrastruktur publik itu tolok ukurnya bukan kapan balik modal, tapi azas manfaat. Saat ini manfaat sudah dinikmati masyarakat. Nah, multiplier effect secara makro pada pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat dan itu jangka panjang. Pondok lansia itu juga social oriented, bukan profit orriented,’’ terangnya. (ggi/her)
Pertumbuhan Ekonomi
- 2020: -5,34
- 2021: 4,79
- 2022: 5,52
- 2023: 5,80
Indeks Gini
- 2020: 0,392
- 2021: 0,37
- 2022: 0,398
- 2023: 0,416
Indeks Pembangunan Manusia
- 2020: 80,91
- 2021: 82,27
- 2022: 83,02
- 2023: 83,71