KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Angka inflasi di Kota Madiun terkerek naik tipis dibanding periode bulan sebelumnya.
Itu yang terlihat dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun, inflasi pada Maret lebih tinggi ketimbang Februari tahun ini.
''Inflasi pada Maret 0,66 persen, bulan sebelumnya 0,25 persen,'' kata Kepala BPS Kota Madiun Abdul Aziz, Senin (8/4) lalu.
Dalam perbandingan month to month itu, inflasi pada Maret naik 0,41 persen dari Februari.
Menurut Aziz, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang andil tertinggi dalam mengerek angka inflasi tersebut.
Rinciannya, daging ayam 0,24 persen, beras 0,14 persen, telur ayam ras 0,10 persen, tomat 0,6 persen, bawang merang, semangka, pisang, bayam, buncis dan kangkung.
''Kenaikan harga beras terjadi di pekan ketiga dan keempat, Maret,'' ungkapnya.
Aziz menyarankan, pemkot untuk lebih mengupayakan pengendalian harga bahan pokok (bapok).
Termasuk komoditas kebutuhan hari raya seperti minyak goreng, gula pasir, tepung terigu. Pun, beras.
"Meski, harga sudah mulai turun,'' tambahnya.
Pengendalian harga pangan penting dilakukan di momen Lebaran. Menurut Aziz, permintaan bapok akan meningkat.
Hal itu merujuk potensi peningkatan warga yang berkunjung ke Kota Madiun.
''Saat Lebaran, warga akan berbondong-bondong ke Madiun. Artinya, permintaan terhadap bahan pokok juga akan naik,'' pungkas Aziz. (mg1/den)
Editor : Budhi Prasetya