KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Lain ladang lain belalang. Ungkapan ini kiranya tepat untuk mendeskripsikan dua versi data tingkat pengangguran terbuka alias TPT.
Data TPT 2023 oleh badan pusat statistik (BPS) beda dengan yang dihimpun Pemkot Madiun.
‘’Metode, sasaran, dan proses pengumpulan data, beda dengan BPS,’’ kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Mikro (Disnaker-KUKM) Kota Madiun Andriono Waskito Murti.
Data Disnaker-KUKM, TPT pada 2023 sebanyak 3,23 persen. Sementara milik BPS lebih tinggi, 5,85 persen.
Menurut Andriono, salah satu penyebab perbedaan adalah indikator usia kerja.
‘’BPS 15-65 tahun, kami 18-65 tahun,’’ ungkap Andriono.
Disinggung soal target, Disnaker-KUKM ingin TPT pada 2024 turun 0,75 - 1 persen.
Pelaksanaan pelatihan ketenagakerjaan disebut-sebut sebagai salah satu upaya mewujudkan target tersebut.
‘’TPT pada 2023 sejumlah 3,23 persen itu lebih rendah daripada 2022 sebanyak 4.04 persen,’’ ujarnya.
Andriono menyebutkan, ada sekitar 15 jenis pelathian.
Dengan pelatihan tersebut, para pencari kerja dibekali sertifikasi berbasis kompetensi.
Diharapkan, bisa berdaya saing dengan pecari kerja lainnya. ''Sertifikasi dari BNSP (badan nasional sertifikasi profesi),’’ pungkasnya. (mg1/den)
TPT versi Disnaker
2022: 4,04 persen
2023: 3,23 persen
Target penurunan TPT 2024: 0,75–1 persen
TPT versi BPS
2021: 8,15 persen
2022: 6,39 persen
2023: 5,85 persen
Editor : Mizan Ahsani