KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Pengelola hotel di Kota Madiun memanfaatkan momen Idul Fitri untuk meningkatkan hunian kamar atau okupansi.
Bahkan, tren kenaikan okupansi saat atau sesudah Lebaran dinilai bisa menutupi penurunan pendapatan selama Ramadan.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Madiun Aris Suharno mengatakan, okupansi hotel meningkat signifikan 90–100 persen saat libur Lebaran.
Pasalnya, saat hari H-Lebaran atau sebelum itu tingkat hunian kamar hotel hanya berkisar 50–60 persen.
Dia memerinci sebanyak 22 hotel dari 32 tempat penginapan yang tergabung dalam PHRI mencatatkan hunian kamar rerata 1.500–1.700 unit selama H+1 hingga H+3 Lebaran.
‘’Selama tiga hari setelah Lebaran itu hampir semua hotel full,’’ katanya kemarin (15/4).
Berdasarkan laporan yang dirinya terima, penghuni hotel merupakan pemudik dari Bandung, Jakarta dan Surabaya.
Sebagian di antara mereka malah sudah melakukan reservasi sejak sebulan lalu.
‘’Sebelum Lebaran lalu sudah banyak yang booking kamar. Bahkan, di tempat saya, sampai menolak tamu karena kamarnya sudah full,’’ ungkap Aris.
Aris menambahkan, okupansi kembali normal mulai Minggu (14/4) lalu.
Sebab, beberapa mereka yang menginap sudah kembali ke daerah masing-masing pada Sabtu (13/4).
‘’Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, tahun ini okupansi hotel-hotel di Kota Madiun mengalami peningkatan,’’ tandasnya. (mg1/her)
Editor : Mizan Ahsani