Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Wow, Produksi Sampah Rumah Tangga selama Lebaran Setara 11 Truk!

Erlita H • Rabu, 17 April 2024 | 18:00 WIB

 

 

OVERLOAD: Alat berat dikerahkan untuk meratakan tumpukan sampah yang menggunung di TPA Winongo. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
OVERLOAD: Alat berat dikerahkan untuk meratakan tumpukan sampah yang menggunung di TPA Winongo. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Silih berganti truk-truk sampah keluar masuk tempat pemrosesan akhir sampah (TPA) Winongo, kemarin (16/4).

Kendaraan berusmbu dua itu memuat sisa sampah produksi Lebaran lalu.

Sampah yang bisa didaur ulang disisihkan. Yang tidak bisa diolah, dimasukkan ke sel penimbunan sampah.

Berdasar data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun, tren tonase sampah yang dikirim ke TPA Winongo selama periode libur Lebaran meningkat mencapai 133 ton.

Padahal, sebelum hari raya Idul Fitri volume sampah yang dihimpun dari tiga kecamatan hanya 129 ton per hari.

‘’Ada penambahan (produksi sampah) sekitar 4 ton selama Lebaran lalu,’’ ungkap Kabid Sampah dan Limbah B3 DLH Kota Madiun Afandi.

Namun demikian, dia menyebut komposisi sampah yang dihasilkan berbeda dibandingkan dengan biasanya.

Mayoritas merupakan sampah rumah tangga, sisa kemasan makanan-minuman dari pusat perbelanjaan dan restoran.

‘’Kira-kira ya ada kenaikan per hari itu 24,5 ton sampah rumah tangga selama Lebaran,’’ ujarnya.

Selain itu, menurut Afandi, penambahan produksi sampah rumah tangga selama Lebaran tersebut setara dengan 11 truk.

Tapi, apabila dibandingkan ketika Ramadan lalu tren tonase sampah rumah tangga sangat fluktuatif.

‘’Secara tidak langsung saat Lebaran ini momennya memang sampah rumah tangga itu naik. Sebab, pada umumnya banyak pemudik,’’ terang mantan subkoordinator penerangan jalan umum di disperkim tersebut.

Di sisi lain, produksi sampah juga banyak dihasilkan dari para wisatawan yang datang ke Kota Madiun selama libur Lebaran.

Hal itu dapat dilihat dari sampah yang dihimpun di Pahlawan Street Center (PSC) dan Pahlawan Religi Center (PRC).

Sedangkan untuk pengelolaan seluruh sampah tersebut, Afandi mengaku masih menerapkan metode sanitary landfill.

Sehingga, muatan sampah yang masuk ke TPA Winongo dipilah.

Bahkan, sebelumnya juga telah dipilah oleh para pemulung saat berada di tempat penampungan sampah (TPS). ‘’Pemrosesannya bertahap,’’ katanya.

Di Kota Madiun, kata Afandi, terdapat 77 kontainer dan 36 TPS yang dioperasikan saat libur Lebaran lalu.

Dalam sehari, sampah-sampah tersebut diangkut dua kali. Yakni, pada pukul 05.00 dan 12.00.

‘’Kami memiliki 153 petugas kebersihan yang bertugas. Mulai dari yang bersih-bersih menyapu jalanan, sopir kontainer, dan operator TPA,’’ pungkasnya. (mg1/her)

Produksi Sampah Idul Fitri

Sumber: DLH Kota Madiun

Editor : Mizan Ahsani
#rumah tangga #kota madiun #sampah #lebaran #tpa #winongo #produksi