Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Persiapan Sambut Hari Raya Waisak 2568 BE, Pemandian Rupang Bukan Ritual Mistis

Erlita H • 2024-05-20 15:15:00
JELANG WAISAK: Prosesi pemandian rupang di STI Vihara Giri Bandha Sukavati, Kota Madiun, Sabtu (18/5) lalu. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
JELANG WAISAK: Prosesi pemandian rupang di STI Vihara Giri Bandha Sukavati, Kota Madiun, Sabtu (18/5) lalu. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Hari Raya Waisak kian dekat. Berbagai persiapan dilakukan umat Buddha di kota ini. Seperti, pemandian sejumlah rupang di STI Vihara Giri Bandha Sukhavati, Kota Madiun, Sabtu (18/5) lalu. ''Rupang Buddha kecil dan besar kami bersihkan,'' kata Pandita Muda Samar Sudhano.

Pemandian rupang menyasar simbol objek puja bakti yang berada di ruang kebaktian. Kegiatan setahun sekali menjelang Waisak itu bertujuan agar kondisi tempat ibadah menjadi semakin bersih dan rapi. 

Proses pemandian dimulai dengan menyiapkan meja penghormatan. Kemudian, altar ditaruh di meja komplet air bunga. Sesaat sebelum pemandian, diawali dengan doa. ''Pemandian rupang bukan ritual mistis, salah satu persiapan," ujar Samar.

Selain persiapan fisik, pihaknya berserta sejumlah umat Budha di Madiun juga mempersiapkan diri secara batin. Termasuk, beberapa kegiatan kebaikan. Seperti, pelepasan 20 kilogram ikan lele di Sungai Grape.

Kemudian, bakti sosial di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo dan bakti sosial di Kelurahan Oro-oro Ombo, Kartoharjo. ''Persiapan ini untuk pagar hati. Selain itu, sebagai bentuk kebersamaan untuk membangun kerukunan keberagaman,'' pungkas Samar. 

Sekadar diketahui, Hari Raya Waisak 2568 BE jatuh pada 23 Mei 2024. Mengutip laman resmi Ditjen Bimas Buddha Kemenag RI, perayaan kali ini mengusung tema Kesadaran Keberagaman Jalan Hidup Luhur, Harmonis, dan Bahagia(mg1/den)

Editor : Hengky Ristanto
#kota madiun #waisak #buddha #rupang