KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Dana senilai puluhan miliar rupiah dicairkan BPJS Ketenagakerjaan kepada ribuan penerima di Madiun dan sekitarnya.
Itu merujuk catatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Madiun selama empat bulan awal tahun ini.
''Per Mei lalu, sudah ada 5.989 klaim,'' kata Kepala Kantor Cabang Madiun Anwar Hidayat, Minggu (26/5).
Nominal klaim pencairan dana kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan periode Januari-April 2024 mencapai Rp 75,4 miliar.
Nominal itu merupakan jumlah total dari berbagai program kepesertaan.
Di antaranya, jaminan hari tua (JHT), jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JKM), jaminan pensiun (JP) dan jaminan kehilangan pekerjaan (JKP).
Angka tertinggi ada di JHT sebesar Rp 63,9 miliar. Kemudian, disusul JKM dengan Rp 4,4 miliar, dan yang lain (selengkapnya baca grafis).
Ribuan klaim senilai puluhan miliar itu datang dari tiga daerah.
Yakni, Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Magetan.
Sementara pada tahun lalu, terdapat 18.672 klaim.
Perinciannya, JHT 15.418 kasus Rp 199,5 M, 1.515 kasus JKK (Rp 9,5 M), 675 kasus JKM (Rp 15,4 M), 534 kasus JP (Rp 6,3 M), dan 530 kasus JKP (Rp 497 juta).
''Total nilai klaim pada 2023, Rp 231,4 miliar,'' pungkasnya. (mg1/den)
Klaim Januari-April 2024
- JHT: 4.312 kasus (Rp 63,9 M)
- JKK: 440 kasus (Rp 4 M)
- JKM: 199 kasus (Rp 4,4 M)
- JP: 153 kasus (Rp 2,2 M)
- JKP: 876 kasus (Rp 700 juta)
- Total: 5.989 kasus (Rp 75,4 M)