MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Madiun Kanwil Kemenkumham Jatim melaksanakan tebar benih lele sebanyak 10.000 ekor sebagai bagian dari upaya mendukung program pembinaan kemandirian bagi warga binaan, senin (27/05). Kegiatan ini diadakan di area branggang kolam budidaya ikan yang telah dipersiapkan di dalam lingkungan Lapas.
Kalapas I Madiun melalui Kabid Giatja Toni Aji, menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk memberikan keterampilan kepada warga binaan agar mereka memiliki bekal saat kembali ke masyarakat. "Dengan adanya program budidaya lele ini, kami berharap para warga binaan dapat belajar dan mengembangkan keterampilan yang berguna serta dapat meningkatkan kemandirian mereka," ujarnya.
Penebaran benih lele ini merupakan salah satu bentuk kegiatan produktif yang diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga binaan. Selain itu, program ini juga dirancang untuk membangun karakter, disiplin, serta rasa tanggung jawab di kalangan warga binaan.
Selain itu, Lapas I Madiun juga berkolaborasi dengan pihakn ketiga dalam pelaksanaan program ini. Pihak ketiga memberikan bantuan teknis berupa pelatihan dan pendampingan kepada warga binaan, sehingga mereka dapat mengelola budidaya ikan lele dengan baik dan benar. Untuk kedepannya Giatja Lapas I Madiun ber inovasi menggunakan limbah sisa dapur sebagai bahan makanan lele.
Sementara itu Kakanwil Kemenkumham Jatim Heni Yuwono menekankan Program tebar benih lele ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi model dalam mengimplementasikan program pembinaan kemandirian. Dengan demikian, para warga binaan tidak hanya mendapatkan hukuman tetapi juga pembinaan yang mampu merubah hidup mereka menjadi lebih baik di masa depan.
Lapas I Madiun berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai program pembinaan yang inovatif dan bermanfaat, dalam rangka mendukung proses reintegrasi sosial bagi warga binaan, serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih produktif dan konstruktif. (her)
Editor : Hengky Ristanto