Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

6.539 Warga Kota Madiun Menganggur, BPS Ungkap Biang Keroknya

Erlita H • 2024-06-04 18:30:00
Ilustrasi: Pengangguran terbuka. (FREEPIK)
Ilustrasi: Pengangguran terbuka. (FREEPIK)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Jumlah warga Kota Madiun yang menganggur ternyata cukup banyak.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) setempat, angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kota Madiun mencapai 5,85 persen.

Tertinggi keenam se-Jatim setelah Surabaya, Kota Malang, Gresik, Sidoarjo dan Bangkalan.

Kepala BPS Kota Madiun Abdul Aziz mengatakan, enam kota dengan angka TPT tinggi itu merupakan daerah pusat ekonomi di Jatim.

Yang mana, sektor industri menjadi magnet utama para pencari kerja.

‘’Di antara, beberapa daerah itu Kota Madiun termasuk ekonominya yang berkembang bagus. Sehingga menjadi magnet pencari kerja (dari luar daerah),’’ terangnya, Senin (3/6).

Berdasarkan pendataan yang telah dilakukannya, tercatat sebanyak 161.428 penduduk Kota Madiun termasuk dalam usia kerja.

Dari jumlah tersebut, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) mencapai 69,29 persen atau sebanyak 111.852 orang.

Perinciannya, sebanyak 105.313 orang bekerja dan 6.539 orang lainnya pengangguran.

Kemudian 30,71 persen atau 49.576 orang bukan termasuk sebagai angkatan kerja.

Selain itu, BPS mencatat penyumbang terbanyak angka pengangguran terbuka adalah lulusan perguruan tinggi.

Persentasenya sekitar 8,87 persen.

Kemudian lulusan SMA sederajat 5,72 persen, SMP 4,29 persen dan SD 0,75 persen.

Menurut Aziz, tingginya angka tingkat pengangguran terbuka berpotensi mempengaruhi kesejahteraan masyarakat.

Karena terjadi kelesuan ekonomi di tengah masyarakat dan berpotensi mengarah ke peningkatan angka kemiskinan.

‘’Pengangguran paling banyak di tingkat perguruan tinggi. Kemudian, status pekerjaan untuk yang bekerja paling banyak kebanyakan di jasa,’’ ungkapnya.

Sementara itu, pekerjaan yang paling diminati masyarakat Kota Madiun adalah sebagai buruh atau karyawan dibandingkan berwirausaha.

‘’Karena itu, perlunya menumbuhkan jiwa enterpreuner UMKM kepada mereka yang berusia produktif,’’ tutur Aziz.

Di sisi lain, pemkot juga perlu memberlakukan kebijakan ramah investasi untuk membuka lapangan pekerjaan baru serta memprioritaskan tenaga kerja Kota Madiun.

Aziz menyarankan pula kepada pemkot untuk memperbanyak pelatihan dan peningkatan kualitas SDM agar mampu bersaing dengan industri kerja.

‘’Masalahnya minim investor besar masuk. Juga perlu industri kecil dan menengah untuk didorong. Misalnya mempersiapkan keterampilan khusus sesuai kebutuhan pasar,’’ jelasnya. (mg1/her)

Daerah dengan Angka Pengangguran Tertinggi di Jawa Timur

Progres TPT Kota Pendekar

Angkatan Kerja Kota Madiun

Editor : Mizan Ahsani
#jatim #kota madiun #SMK #pengangguran #sma #kerja #perguruan tinggi