KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Madiun berangsur turun.
Kondisi itu berdampak pada penurunan inflasi alias deflasi.
Data badan pusat statistik (BPS) setempat menyebutkan, pada bulan Juni Kota Madiun mencatat deflasi sebesar 0,48 persen.
Kepala BPS Kota Madiun Abdul Aziz mengatakan, deflasi 0,48 persen itu masih di bawah angka nasional (0,08 persen) dan melampaui angka Jawa Timur (0,37 persen).
‘’Penyumbang deflasi di antaranya bawang merah, daging ayam ras, beras dan tomat’’ ujarnya, Senin (1/7).
Dia menyebutkan, besaran deflasi 0,48 persen tersebut merupakan yang terdalam sejak enam tahun terakhir.
Pada bulan yang sama 2023, lanjut Dwi, tercatat inflasi sebesar 1.85 persen.
‘’Jadi, harga sejumlah bahan pokok cukup stabil ya, apalagi secara year or year sebesar 1,85 persen. Kami optimistis harga-harga bahan pokok semakin terkendali,’’ katanya.
Aziz mengungkapkan, secara month to month (mtm) dari perhitungan 11 kabupaten/kota di Jatim yang mengalami deflasi terdalam terjadi di Bojonegoro sebesar 0,65 persen.
Sedangkan, paling kecil inflasi terjadi di Banyuwangi, Probolinggo dan Jember.
Masing-masing daerah senilai 0,24 persen.
‘’Tahun ajaran baru biasanya komoditas-komoditas terkait dengan pendidikan uang biaya masuk, biaya seragam dan segala macamnya,’’ ungkapnya.
Menurutnya, komoditas pendidikan uang biaya masuk, seragam sekolah dan berbagai macam lainnya berpotensi mengalami kenaikan.
Selain itu, awal bulan Juli sampai pertengahan atau akhir bulan ini ada liburan anak sekolah yang mempengaruhi harga komodotas.
‘’Tapi, kami yakin hal ini tidak terlalu berpotensi penting selama pemerintah bisa menjaga ketersediaan harga dan barang,’’ tandasnya. (mg1/her)
Editor : Mizan Ahsani