KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Suasana Kota Madiun kini serasa Negeri Sakura.
Bunga-bunga tabebuya terlihat mulai mekar serentak dengan warna-warni yang cantik menghiasi sejumlah ruas jalan di Kota Pendekar.
Di bulan Juli inilah waktu terbaik untuk liburan di Kota Madiun. Menikmati keindahan kota yang mirip Jepang.
Tabebuya merupakan tanaman asal Brasil. Namun, pemekarannya mirip bunga sakura.
Sudah lima tahun ini dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman (disperkim) sukses membudidayakan tanaman tersebut.
Kepala Disperkim Kota Madiun Jemakir mengungkapkan, bunga tabebuya merekah pada musim kemarau.
Saat ini suhu di Kota Madiun memang cukup terik.
Suhu rata-rata mencapai 36 derajat Celsius. Saat cuaca panas, bunga-bunga di pohon tabebuya tumbuh subur.
‘’Kalau tekena hujan bunga tabebuya itu gampang rontok. Tapi, di luar musim hujan atau seperti musim kemarau bisa agak lama. Minimal dua minggu (bunga tabebuya) baru rontok,’’ kata Jemakir.
Bunga tabebuya yang saat ini bermekaran dapat dilihat di sejumlah ruas jalan.
Di antaranya, di Jalan Dawuhan, Jalan Ciliwung, Jalan Biliton, Jalan Salak, Jalan Pahlawan, dan Jalan Bolodewo.
Jemakir mengaku pihaknya selalu merawat pohon-pohon tabebuya tersebut.
Seperti melakukan pemangkasan ringan sesuai kondisi, pemupukan, hingga penyiraman rutin.
‘’Kami harus melakukan pengendalian (pertumbuhan pohon tabebuya) supaya tidak melewati atau tidak memutuskan jaringan listrik,’’ ujarnya.
Menurutnya, banyak yang berminat menanam pohon bernama latin tabebuia rosea itu.
Sehingga, ketika ada permohonan dari masyarakat untuk memotong pohon tua di sekitar lingkungan mereka diarahkan menggantinya dengan tabebuya atau tanaman dengan spesifikasi bunga.
‘’Makanya, setiap saat kami melakukan penanaman baru di lokasi pohon yang sudah ditebang itu biasa menggunakan dari pemberian masyarakat, termasuk juga dari CSR,’’ jelas mantan Lurah Nambangan Lor tersebut.
Di samping itu, Jemakir mengaku juga melakukan penyemaian.
Hanya, hasilnya tak bisa dinikmati secara cepat.
Biasanya, disperkim akan melakukan penanaman pohon tabebuya yang sudah tumbuh besar dan tinggi 2–3 meter.
‘’Ini kaitannya dengan percepatan tata kelola kota supaya terlihat indah. Di sisi lain, bunga tabebuya sendiri bermanfaat untuk memberikan makan (sari) lebah dan membuat suhu lebih sejuk,’’ terangnya. (mg1/her)
Editor : Mizan Ahsani