KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih di Kota Madiun segera rampung. Per Jumat (5/7) lalu, progres pekerjaan petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih) KPU itu menyentuh 69 persen.
KPU mengklaim coklit bakal selesai sesuai jadwal hingga 24 Juli 2024 nanti. ‘’Secara keseluruhan 69 persen, progres di tiap kelurahan variatif,’’ kata Komisioner Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Kota Madiun Herdi Wijanarko, Minggu (7/7).
Herdi mengungkapkan, pihaknya mengerahkan 535 pantarlih untuk 271 TPS. Masing-masing TPS diisi satu sampai dua orang petugas disesuaikan dengan jumlah pemilih. Untuk jatah satu pantarlih hanya di tujuh TPS. Sebanyak 528 orang akan mengisi kebutuhan dua orang di untuk 264 TPS.
Sedangkan total pemilih yang di-coklit sejumlah 153.692 jiwa sesuai daftar penduduk potensial pemilih pemilihan (DP4). ‘’Capaian 69 persen ini masuk pada pekan kedua. Insya Allah hingga pekan keempat nanti selesai,’’ yakinnya.
Setelah selesai, lanjut Herdi, pantarlih menyetorkan hasil coklit ke panitia pemungutan suara (PPS) atau tingkat kelurahan. Selanjutnya, diplenokan panitia pemilihan kecamatan (PPK) hingga KPU.
‘’Nanti hasil coklit setelah pleno akan masuk DPS (daftar pemilih sementara). Selama DPS, KPU membuka tanggapan masyarakat sebelum ditetapkan DPT (daftar pemilih tetap),’’ jelasnya.
Herdi meyakini progres coklit di Kota Madiun mengalami percepatan. Itu jika dibandingkan progres daerah sekitar Madiun Raya. ‘’Progresnya cukup baik. Terpenting tidak melambat. Dibandingkan KPU sekitar, insya Allah kota lebih cepat,’’ ucapnya.
Dia menambahkan, data pemilih hasil coklit bukan tidak mungkin bakal berubah saat penetapan DPT. Pasalnya, data hasil coklit 271 TPS nanti belum termasuk data pemilih dari TPS khusus. Seperti di Lapas Kelas I Madiun dan Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun.
‘’Di lapas tidak dilakukan coklit. Nanti kami menerima data dari lapas. Estimasi ada empat TPS Khusus untuk dua lapas,’’ pungkasnya. (ggi/den)
Editor : Hengky Ristanto