KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Hak pilih ribuan narapidana (napi) yang mendekam di dalam Lapas Pemuda dan Lapas Kelas I Madiun tak luput difasilitasi.
Ini setelah KPU setempat berkoordinasi dengan pihak lapas, bakesbangpol dan dispendukcapil untuk menentukan kebutuhan TPS khusus dalam Pilkada 2024.
Komisioner Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Kota Madiun Herdi Wijanarko mengatakan, ketentuan penentuan TPS khusus diatur dalam PKPU 7/2024.
Di antaranya, jumlah pemilih maksimal 600 orang.
Sementara, berdasarkan hasil konsolidasi dengan pihak Lapas Pemuda dan Lapas Kelas I Madiun terdapat sekitar 2.100 calon pemilih.
Terdiri dari 1.200 pemilih di Lapas Kelas I Madiun dan Lapas Pemuda 900 pemilih.
‘’Jadi, diproyeksikan untuk TPS khusus di Lapas Kelas I Madiun nanti ada tiga TPS, sedangkan di Lapas Pemuda ada dua TPS,’’ terangnya, Jumat (12/7).
Menurutnya, penentuan TPS khusus di dalam lapas itu masih akan dibahas lebih lanjut.
Saat ini, pihaknya masih fokus mempersiapkan daftar pemilih sementara (DPS) Pilkada 2024.
‘’Jadi, nanti ketika mendekati penyusunan daftar pemilih tetap (DPT) kami akan melakukan koordinasi lanjutan,’’ ungkap Herdi.
Pihaknya memastikan calon pemilih di dalam lapas tidak perlu dilaukan pencocokan dan penelitian (coklit).
Sehingga, data pemilih yang memenuhi syarat langsung disetor oleh pihak lapas.
‘’Tidak pencoklitan di lapas. Karena (calon) pemilihnya yang merupakan warga binaan tidak terpencar-pencar,’’ jelasnya.
Di samping itu, Herdu mengungkapkan jumlah TPS khusus pada pilkada nanti menyusut dibandingkan ketika pemilu lalu.
Saat itu terdapat sembilan TPS khusus, sedangkan pada 27 November mendatang hanya ada lima.
‘’Ya, karena saat pemilu lalu dibatas 300 pemilih per TPS. Sementara, pada Pilkada 2024 maksimal 600 pemilih per TPS,’’ katanya.
Begitu juga dengan TPS reguler, Herdi memastikan jumlahnya berkurang separo. Dari sebelumnya 584 TPS, menjadi 271 TPS.
‘’Saat ini, tahapannya masih proses coklit. Baru setelah itu penyusunan DPS,’’ pungkasnya. (mg1/ggi/her)
Editor : Mizan Ahsani