KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kerja sama pengembangan program riset dan publikasi pendidikan dijalin antara Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) dengan International Islamic University Malaysia (IIUM), Jumat (26/7).
Penandatanganan itu dilakukan oleh Dekan FISIP UMMAD Dr Daliman dengan Prof Dr Betani Kartika, pengelola lembaga riset dan pelatihan halal internasional (INHART) IIUM.
‘’Penandatanganan letter of intendent (LOI) ini menjadi bagian dari upaya UMMAD memperbanyak kerja sama dengan lembaga-lembaga internasional di banyak bidang,’’ kata Daliman.
Di samping itu, diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan di UMMAD.
‘’Kerja sama ini juga menjadi nilai dan point penting untuk mewujudkan UMMAD menjadi kampus unggul menuju internasional,’’ ujar Daliman.
Terpisah, Kaprodi Ilmu Komunikasi FISIP UMMAD Latutik Mukhlisin mengatakan, ada beberapa poin yang menjadi titik kesepakatan antara kampusnya dengan IIUM.
‘’Salah satunya, mengenai riset dan publikasi bersama maupun join pengembangan program pendidikan,’’ terangnya.
Namun demikian, dari beberapa poin kesepakatan kerja sama itu ada hal paling memungkinkan yang bisa dilakukan saat ini.
Yakni, kerja sama publikasi hasil riset dengan materi yang sebelumnya dilakukan penyesuaian.
Sementara itu, Prof Dr Betani Kartika mengungkapkan, INHART telah menjadi bagian dari IIUM selama 10 tahun terakhir.
‘’Saat ini memang masih jadi institut belum menjadi fakultas secara penuh,’’ ujar pakar bidang halal kelahiran Muntilan, Magelang, Jateng tersebut.
Lebih lanjut, Betani menyebutkan ada sejumlah hal penting untuk dilakukan dalam mengedukasi halal ini.
‘’Misalnya, memahamkan kepada khalayak luas terkait semua bidang halal berhubungan dengan literasi, awareness halal dan yang lainnya,’’ ungkapnya.
Rektor UMMAD Prof Dr Sofyan Anif menilai MoU dengan INHART IIUM ini sangat penting dalam upaya membuka pusat study halal di UMMAD.
‘’Kami ingin punya pusat studi halal, bukan prodi di UMMAD. Karena kami sudah punya Prodi Biokewirausahaan dan Prodi Ilmu Lingkungan. Dua prodi ini bisa memperkuat keberadaan prodi halal,’’ jelasnya.
Menurutnya, saat ini bidang ilmu halal tengah menjadi tren di mana-mana termasuk di Eropa yang tidak hanya bicara soal agama Islam.
‘’Tapi, bidang halal yang terkait pada kematangan jiwa dan kesejahteraan,’’ ujarnya. (afi/her)
Editor : Mizan Ahsani