KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Jumlah penduduk miskin di Kota Madiun berkurang.
Itu merujuk catatan badan pusat statistik (BPS) setempat.
''Pada Maret 2023, 8.460 jiwa. Sementara Maret 2024, 7.840 penduduk miskin,'' kata Kepala BPS Kota Madiun Abdul Aziz, Kamis (1/8) lalu.
Abdul menyampaikan, penghitungan penduduk miskin menggunakan metode basic needs approach.
Berdasarkan kemampuan penduduk miskin dalam memenuhi kebutuhan makanan dan bukan makanan.
''Garis kemiskinan, Rp 605.131 per kapita per bulan pada 2023. Pada 2024, naik menjadi Rp 637.838 per kapita per bulan,'' ujarnya.
Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Madiun Suwarno mengklaim pemerintah telah banyak berupaya mengurangi angka kemiskinan.
Bantuan sosial untuk warga yang sudah tidak bisa bekerja.
Pemberdayaan bagi warga kena pemutusan hubungan kerja (PHK).
''Konteks kemiskinan itu ada karena kultural kemiskinan, struktural kemiskinan, maupun absolut kemiskinan," ungkap Suwarno. (mg1/den)
2019
Garis Kemiskinan: Rp 478.304,00
Jumlah Penduduk Miskin: 7,69 ribu jiwa
Persentase Penduduk Miskin: 4,35 persen
2020
Garis Kemiskinan: Rp 497.628,00
Jumlah Penduduk Miskin: 8,83 ribu jiwa
Persentase Penduduk Miskin: 4,98 persen
2021
Garis Kemiskinan: Rp 514.409,00
Jumlah Penduduk Miskin: 9,06 ribu jiwa
Persentase Penduduk Miskin : 5,09 persen
2022
Garis Kemiskinan: Rp 551.620,00
Jumlah Penduduk Miskin: 8,49 ribu jiwa
Persentase Penduduk Miskin: 4,76 Persen
2023
Garis Kemiskinan: Rp 605.131,00
Jumlah Penduduk Miskin: 8,46 ribu jiwa
Persentase Penduduk Miskin: 4,74 Persen
2024
Garis Kemiskinan: Rp 637.838,00
Jumlah Penduduk Miskin: 7,84 ribu jiwa
Persentase Penduduk Miskin: 4,38 persen
Dari 8.460 ke 7.840
Jumlah Penduduk Miskin di Kota
Editor : Mizan Ahsani