KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Rehabilitasi ruang terbuka hijau (RTH) Lapangan Gulun sepertinya bisa selesai lebih cepat.
Pasalnya, sampai saat ini proyek penambahan lapak di kawasan tersebut tercatat surplus.
Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun membeberkan, semula rencana progres rehabilitasi RTH Lapangan Gulun ditargetkan mencapai 18,647 persen.
Namun, realisasi di lapangan ternyata terjadi percepatan hingga 50,041 persen.
Dengan demikian, ada deviasi atau surplus 31,394 persen dari pengerjaan proyek senilai Rp 1 miliar itu.
’’Yang didata adalah lapak di bagian barat lapangan,’’ kata Kabid Prasarana Sarana dan Utilitas RTH, PJU, dan Pemakaman Disperkim Kota Madiun Andi Anto.
Menurutnya, lapak di bagian barat Lapangan Gulun yang biasa dimanfaatkan untuk warung memang belum tertata rapi.
Mulai tahun lalu, penataan tahapan pertama telah dilakukan dan dilanjutkan kembali tahun ini.
Adapun konsep penataan lapak dirupakan pujasera atau foodcourt.
’’Kalau lapak (tahap) pertama lalu sudah ada (dibangun) empat lapak dan dua tingkat. Lantai satu rencananya untuk jualan, sedangkan lantai dua untuk pembeli,’’ terangnya.
Pada tahun ini, kata Andi Anto, ditambah enam bilik lapak.
Jumlah itu untuk mengakomodir keberadaan pelaku UMKM yang ada di kawasan tersebut.
Pihaknya mendata total ada 12 lapak yang nanti siap digunakan.
’’Akhir tahun ini sudah bisa ditempati dan pedagang dapat direlokasi ke lapak yang baru,’’ ujarnya.
Dijelaskannya, penataan kawasan Gulun dilakukan bertahap.
Diawali dari bagian barat lapangan, kemudian dilanjutkan sisi utara, timur dan selatan.
Andi Anto berharap penataan yang dilakukan tersebut dapat menarik kunjungan masyarakat.
’’Apalagi, fungsi Lapangan Gulun sangat global. Selain dijadikan tempat olahraga, bisa digunakan untuk tempat kuliner. Juga untuk tempat-tempat event yang sangat strategis,’’ jelas Andi Anto.
Selama proses pembangunan lapak dilakukan, kata dia, sejumlah pedagang direlokasi sementar ke sisi selatan.
Tapi, setelah pengerjaannya selesai para pedagang bisa menempati lapak tersebut.
Di samping itu, dalam perencanaan penataan kawasan Lapangan Gulun para paguyuban pedagang juga dilibatkan.
Mengingat keberadaan lapak-lapak tersebut nantinya bakal mereka tempati.
’’Yang jelas, rencana (penataan kawasan Lapangan Gulun) sampai utara. Masih menunggu anggarannya. Terlebih keberadaan pedagang di Gulun terus berkembang,’’ tandasnya. (err/her)
Tentang Rehab Kawasan Lapangan Gulun
Target perencanaan: 18,647 persen
Realisasi pekerjaan: 50,041 persen
Deviasi pekerjaan: surplus 31,394 persen
Pembangunan Lapak Tahun 2023
Jumlah: empat bilik lapak
Alokasi anggaran: Rp 800 juta
Pembangunan Lapak Tahun 2024
Jumlah: enam bilik lapak
Alokasi anggaran Rp 1 miliar
Waktu pelaksanaan: Agustus–November
Editor : Mizan Ahsani