KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Jadwal kampanye masing-masing calon sudah dibagi.
Baik Inda Raya Ayu Miko Saputri-Aldi Dwi Prastianto (Dadi), Maidi-F Bagus Panuntun (Madiun) dan Bonie Laksmana-Bagus Rizki Dinarwan (Bonus) diperbolehkan untuk keliling di wilayah yang telah ditentukan.
Di sela kegiatan tersebut, ketiganya juga bakal beradu program dan gagasan dalam debat pasangan calon (paslon) pada 16 dan 20 Oktober.
’’Debat akan dilaksanakan dua kali. Debat diikuti cawali dan cawawali,’’ kata KPU Kota Madiun Pita Anjarsari, Jumat (27/9).
Agenda debat fokus pada profil, visi, misi, dan program kerja paslon.
Nanti, panelis akan menggali pemahaman visi, misi, dan program antar paslon sebagai informasi menyeluruh kepada masyarakat dalam hal pertimbangan memilih.
’’Secara teknis sedang kami susun untuk persiapan debat pertama dan debat kedua,’’ ujarnya.
Terkait materi debat, sambung dia, sudah diatur dalam surat keputusan petunjuk teknis (juknis).
Sebelum menyusun materi, KPU terlebih dulu membentuk tim perumus gabungan dari profesional, akademisi, dan tokoh masyarakat.
Tugas awal tim perumus menyusun format debat, rencana kerja, mengidentifikasi isu-isu strategis yang dijadikan topik dengan dikolaborasikan dengan program masing-masing paslon.
’’Selanjutnya, diberikan rekomendasi ke panelis. Panelis juga terdiri dari profesional, akademisi, dan tokoh masyarakat,’’ jelasnya.
Menurut Pita, debat pertama bakal fokus ke pendalaman visi dan misi.
Kemudian, debat kedua mengarah pada program kerja yang diusung paslon.
Untuk lokasi debat, lanjut dia, masih dalam pembahasan.
’’Yang pasti, lokasinya bakal mempertimbangkan kemampuan menampung pendukung paslon dan keamanan,’’ ungkapnya.
Kemudian, dalam pelaksanaan debat itu juga melibatkan partisipasi penyandang disabilitas dengan memaksimalkan fasilitas ramah difabel. Sebagai contoh, KPU menyediakan penerjemah untuk penyandang tunarungu.
’’Jumlah pendukung tetap kami batasi sesuai kapasitas di lokasi. Rencananya, lokasi debat pertama dan kedua nanti tidak sama,’’ katanya.
Pita berharap debat publik paslon dapat dimanfaatkan betul oleh pemilih dalam pilwalkot. Sehingga, pemilih bisa tahu siapa calon yang layak mereka pilih untuk memimpin Kota Madiun. (ggi/her)
Editor : Mizan Ahsani