Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Audit Progres Penanganan Stunting, Pemkot Madiun Klaim Data Sesuai By Name By Address

Anggiyan Bayu • 2024-10-27 19:45:00
MASALAH GIZI: Penanganan kasus stunting di Kota Madiun mendapatkan tambahan anggaran dalam APBD-P 2023. (DOKUMEN RADAR MADIUN)
MASALAH GIZI: Penanganan kasus stunting di Kota Madiun mendapatkan tambahan anggaran dalam APBD-P 2023. (DOKUMEN RADAR MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kota Madiun belum lepas dari stunting. Buktinya, masih ada 4,5 persen anak mengalami gangguan tumbuh kembang akibat kekurangan gizi kronis. Belum lama ini, progres penanganan stunting pemkot diaudit.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto mengatakan, diseminasi dan monitoring dalam audit dilakukan. Itu untuk memastikan komitmen sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai tim penanganan stunting. ‘’Hasilnya, progres penanganan berjalan cukup baik,’’ kata Soeko, Minggu (27/10).

Berdasarkan data audit, kata Soeko, anak stunting tak hanya dari keluarga kurang mampu. Namun, juga dari kalangan menengah ke atas. Kondisi seperti itu butuh klasterisasi, identifikasi risiko penyebab, hingga strategi penanganan oleh tim percepatan penurunan stunting (TPPS). Agar, persoalan stunting dapat tertangani dengan baik. ‘’Selanjutnya, intervensi penanganan,’’ tutur Soeko yang juga Ketua TPPS Kota Madiun.

Tim audit juga melakukan intervensi lebih dalam. Mulai pengawasan calon pengantin, ibu hamil, hingga ibu bersalin dan balita. Calon pasangan suami-istri akan diberi asupan gizi maksimal sejak menikah hingga melahirkan seorang anak. ‘’Karena stunting erat kaitannya dengan asupan gizi,’’ ujar Soeko.

Soeko mengungkapkan, sekitar 4,5 persen kasus stunting di Kota Madiun diperoleh dari pendataan posyandu. Catatan tersebut dapat dipastikan keakuratannya. Meski, berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) angka stunting justru naik dari 9 persen menjadi 12 persen. ‘’SKI itu kan sampling. Sedangkan data kami by name by address lewat tim yang ada di posyandu,’’ jelasnya.

Dia menambahkan, penanganan stunting di daerah sudah seyogianya diseriusi. Sebab, persoalan tumbuh kembang anak itu menjadi perhatian serius pemerintah pusat. ‘’Program makan siang bergizi dari Presiden Prabowo, outcome-nya bisa ke arah penanganan stunting,’’ pungkasnya. (ggi/den)

Editor : Hengky Ristanto
#kota madiun #survei kesehatan indonesia #Stunting #tpps