KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Program sekolah kawasan integrasi mulai diimplementasikan Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun. Kebijakan yang bisa dilakukan dengan cepat saat ini adalah rotasi antarguru SMPN 1, 3 dan 13.
Kadindik Kota Madiun Lismawati mengaku sudah membutkan surat keputusan (SK) terkait implementasi program tersebut. Diharapkan, program itu bisa mulai berjalan bulan ini bagi siswa kelas VII. ’’Dimulai dengan guru nanti dilakukan penjadwalan mengajar di SMPN 1, 3 dan 13 secara bergantian agar bisa saling mengenal siswa di tiga sekolah itu,’’ terangnya, Minggu (17/11).
Dari program pertukaran guru tersebut, pihaknya berharap dapat mempengaruhi kualitas pembelajaran di masing-masing sekolah supaya bisa setara. Karena, dirinya menyakini masing-masing sekolah itu mempunyai keunikan dan keunggulannya tersendiri. ’’Dengan begini, semua nanti bisa berkolaborasi. Mereka dapat bersaing sehat dan sama-sama saling meningkatkan kualitas pendidikan,’’ jelas Lismawati.
Dia mengakui program sekolah integrasi ini merupakan tantangan baginya dalam mengukur kualitas tenaga pendidikan yang dimiliki dindik. Karena belum tentu guru yang kerpa mengajar di sekolah favorit, dapat menghadapi siswa di SMPN lain yang masuk bagian dari program integrasi.
’’Guru-guru juga diberikan pehamanan bahwa sekolah saat ini sudah melaksanakan digitalisasi. Sehingga, mereka harus bisa moving dan sejauh mana dalam menjalankan smart classroom serta pembelajaran secara daring,’’ ujarnya.
Lismwati menambahkan, program ini sekaligus merupakan bagian dari upayanya mengatasi masalah kekurangan guru dan menghapus stigma sekolah favorit di Kota Madiun. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto