KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Lengan Pj Wali Kota Madiun Eddy Supriyanto bergerak turun dan naik. Keringat bercucuran di wajahnya.
Maklum, dia tengah mengulek bawang merah, bawang putih, kemudian cabai, tomat, dan garam, di sebuah cobek.
Setelah jadi, sambal buatannya lantas dicicipi Ketua DPRD Kota Madiun Armaya dengan tempe.
Pun, jadi serbuan banyak orang dalam peringatan Hari Ibu Nasional yang digelar pemkot di gedung diklat setempat kemarin (23/12).
Di balik keceriaan peringatan itu, ada maksud mendalam. Eddy menyoroti maraknya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di media sosial.
''Di kota ini minim, karena masuk budaya mataraman yang lembut,'' kata Eddy.
Klaim minim kasus KDRT juga dipengaruhi faktor lain.
Seperti, peran berbagai pihak terkait dalam edukasi. Mulai di sekolah, pondok pesantren, perguruan tinggi, sampai PKK maupun posyandu.
"Alhamdulillah, kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Madiun masih bisa kami tekan," ujarnya.
Berbagai upaya dilakukan untuk menjaga ibu dan anak-anak dari KDRT. Salah satunya, menyiapkan psikiater di puskesmas maupun di runah sakit.
"Kami bersama-sama mendidik anak-anak supaya nanti tercipta generasi yang berakhlak, cerdas dan bisa menjadi estafet pemimpinan," ungkap Eddy. (err/den)
Editor : Hengky Ristanto