KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Hujan angin pada Minggu (22/12) sore lalu ternyata menimbulkan kerusakan.
BPBD Kota Madiun mencatat satu rumah warga rusak dan kanopi sebuah kampus terhempas. Selain itu, dilaporkan pohon tumbang terjadi di tujuh lokasi.
Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Madiun Bambang Agung Hariadi memberi penjelasan lebih lanjut.
Dari proses inventaris yang telah dilakukan diketahui bahwa kerusakan akibat dampak bencana hidrometeorologi pada Minggu lalu itu termasuk dalam skala ringan.
Kendati demikian, mitigasi tetap dilakukan untuk mengantisipasi dampak kerusakan yang lebih parah.
Seperti penebangan pohon yang dianggap rawan tumbang sesuai laporan warga dan penyaluran bantuan kepada warga terdampak.
’’Memang beberapa hari ini, berpotensi terjadi hujan deras yang disertai angin kencang,’’ ungkapnya, Selasa (23/12).
Karena itu, pihaknya mengingatkan kepada masyarakat untuk waspada selama libur Nataru.
Berdasarkan prakiraan BMKG, hujan akan terus mengguyur hingga Februari 2025. ’’Selain angin kencang, potensi terjadinya banjir juga perlu diwaspadai,’’ ujar Bambang. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto