MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Musim hujan belum berlalu hingga saat ini. Tapi, intensitasnya tak begitu lebat seperti dulu. Hanya ringan dan sedang.
Pun, hujan turun tidak merata. Kemarin (15/1) misalnya, hujan dengan intensitas sedang membasahi sebagian wilayah Kartoharjo saat siang.
Kemudian, hujan ganti mengguyur wilayah Taman pada sore hari.
Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Madya Stasiun Geofisika BMKG Nganjuk Setiyaris mengatakan, kondisi cuaca beberapa hari terakhir cenderung tak menentu.
Terkadang berawan dan hujan pada siang atau malam hari.
Meski begitu, pihaknya tetap meminta masyarakat waspada terkait kemungkinan dampak bencana hidrometeorologi.
Mengingat di beberapa daerah muncul bibit siklon yang terpantau dari citra radar cuaca.
’’Bibit siklon 99S tidak bertahan lama, rata-rata 2–3 hari,’’ ujarnya, kemarin (17/1).
Diakuinya, anomali cuaca yang terjadi saat ini dipengaruhi adanya perubahan iklim. Kondisi tersebut disebabkan karena faktor La Nina yang cenderung melemah.
’’Yang jelas, curah hujan tahun lalu lebih sedikit jika dibandingkan tahun ini,’’ ungkap Setiyaris.
Pihaknya memprediksi musim hujan masih akan terus terjadi sampai dengan Mei–Juni.
Sehingga, ada potensi musim hujan terjadi lebih panjang. ’’Yang terpenting masyarakat tidak panik dan terus waspada akan terjadinya bencana,’’ tuturnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto