KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Libur panjang momen imlek dan isra miraj jadi berkah tersendiri bagi sektor pariwisata. Tingkat hunian hotel di Kota Madiun turut terkerek.
‘’Okupansi mencapai 90 persen,’’ kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Madiun Aris Suharno kemarin (30/1).
Momen long weekend itu dirasakan selama 26-29 Januari. Yang mana, pada Rabu (29/1) mulai normal kembali.
‘’Dibandingkan rata-rata hari biasa, okupansi naik 40 persen. Kalau restoran, sudah ramai sejak hari pertama libur pada Sabtu (25/1),’’ ujar Aris.
Disinggung soal harga kamar, Aris mengklaim tak ada kenaikan alias normal seperti hari biasa. ‘’Misalnya rate hotel Mataram Rp 300-500 ribu per malam,’’ sebutnya.
Diketahui, momen libur panjang berikutnya adalah Idul Fitri. Pihaknya berharap pemerintah setempat menyelenggarakan sejumlah event skala regional maupun nasional.
‘’Pemerintah daerah belum pernah mengadakan event-event regional. Kami mengandalkan tamu-tamu momentum libur panjang,’’ pungkas mantan anggota DPRD Kota Madiun itu. (err/den)
Editor : Hengky Ristanto