Jawa Pos Radar Madiun – Libur panjang Isra Miraj dan Imlek menyisakan sampah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun mencatat selama 25–29 Januari lalu, sampah yang terkumpul 609.810 kilogram atau 672,2 ton.
’’Angka itu dihitung berdasarkan jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Winongo,’’ kata Kabid Sampah dan Limbah B3 DLH Kota Madiun Afandi, Minggu (2/2).
Meski begitu, dia menyebut jumlah tersebut mengalami penurunan sekitar 2–3 ton per harinya.
Pihaknya menduga ini karena sebagian besar warga Kota Madiun memilih bepergian ke luar daerah selama long weekend lalu.
’’Sesuai pendekatan empiris berdasarkan pada penghitungan indeks praktis bangkitan sampah, diperkirakan ada sekitar 2.667 orang Kota Madiun yang ke luar daerah saat awal libur panjang lalu,’’ terangnya.
Namun demikian, peningkatan produksi sampah kembali terjadi pada 28 Januari lalu. Setidaknya ada sekitar 141.730 kilogram sampah yang dikirim ke TPA Winongo saat itu.
’’Tapi, kalau dibandingkan ketika Sabtu (18/1) lalu, tentu masih sedikit. Karena saat itu produksi sampah mencapai 184.720 kilogram,’’ jelas Afandi.
Dia mengungkapkan, penyumbang produksi sampah terbesar adalah kalangan rumah tangga. Kemudian, wisatawan dan perhotelan yang memang ada peningkatan okupansi saat libur panjang lalu.
’’Kalau berdasarkan penghitungan indeks praktis tadi diperkirakan ada sekitar 16 ribu orang dari luar daerah yang berkunjung ke Kota Madiun pada 28 Januari lalu,’’ ungkapnya. (err/her)
SAMPAH LIBUR PANJANG
Sabtu, 25 Januari: 126.210 kilogram
Minggu, 26 Januari: 102.350 kilogram
Senin, 27 Januari: 122.510 kilogram
Selasa, 28 Januari: 141.730 kilogram
Rabu, 29 Januari: 117.010 kilogram