Jawa Pos Radar Madiun – Penyebaran kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kota Madiun mengendur. Dari delapan hewan ternak yang terinfeksi sejak Desember 2024 lalu, saat ini tinggal seeokar saja yang masih dalam perawatan.
’’Yang terkena (PMK) itu enam ekor sapi dan dua kambing. Satu sapi sengaja dipotong paksa dengan ertimbangan ekonomi dan seekor sapi lainnya mati. Sedangkan yang lainnya sembuh dan satu masih dalam pengobatan,’’ terang Kabid Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun Wahyu Niken Febrianti, Jumat (7/2).
Di sisi lain, pihaknya juga terus memperluas jangkauan vaksinasi terhadap hewan ternak di Kota Madiun untuk mencegah PMK. Sampai saat ini sebanyak 42 ekor sapi, 223 ekor kambing dan 68 domba telah disuntik dengan 300 dosis vaksin pemberian dari Kementerian Pertanian (Kementan).
Namun demikian, Niken mengaku dosis yang diterima itu belum mampu menjangkau seluruh populasi hewan ternak di Kota Madiun. Pun, sudah melaporkan hal tersebut ke pemprov. ’’Kami saat ini menunggu informasi dari pusat melalui provinsi untuk pengambilan vaksin berikutnya,’’ ujarnya.
Selain menjalankan vaksinasi, pihaknya sempat menyelipkan edukasi tentang perawatan hewan ternak yang terpapar PMK berikut pencegahannya kepada para peternak. ’’Setelah diberikan sosialisasi dan edukasi itu, peternak maupun masyarakat merasa sudah memahami bagaimana mencegah PMK,’’ ungkap Niken. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto