KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Penilaian masyarakat terhadap kinerja belum semua memuaskan.
Dari 70 Unit Pelayanan Publik (UPP) di Kota Madiun yang disurvei tahun lalu, Puskesmas Manguharjo mencatatkan nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terendah.
Sementara dispendukcapil meraih nilai tertinggi.
Tapi, secara keseluruhan rata-rata IKM mendapat predikat A atau sangat baik.
’’Secara rata-rata, IKM Kota Madiun mencapai 88,74,’’ ujar Kabag Organisasi Setda Kota Madiun, Sulistanti, Kamis (13/2).
Berdasarkan data, nilai IKM tertinggi yang diraih oleh dispendukcapil dengan skor 92,83. Disusul Kecamatan Manguharjo (92,71) dan Kelurahan Ombo-Ombo (92,69).
Di sisi lain, tiga UPP dengan nilai IKM terendah adalah Puskesmas Manguharjo dengan skor 81,98; disbudparpora (82,22) dan Kelurahan Tawangrejo (82,43).
Survei ini dilakukan oleh PT Cemerlang Statistika Indonesia (CSI) dengan melibatkan 3.999 responden pada periode 13 Mei hingga 20 Juni 2024.
’’Semua proses survei dilakukan oleh pihak ketiga yang memang berkompeten di bidang ini. Kami hanya mendampingi,’’ jelas Sulistanti.
Secara umum, menurutnya, IKM Kota Madiun mengalami peningkatan setiap tahunnya sejak 2020.
Dibandingkan tahun 2023, IKM tahun ini naik tipis dari 88,02 menjadi 88,74.
’’Alhamdulillah, IKM Kota Madiun selalu dalam kategori baik dan terus menunjukkan peningkatan,’’ pungkasnya. (ggi/her)
Editor : Mizan Ahsani