Jawa Pos Radar Madiun – Tren lari makin digandrungi warga Kota Pendekar.
Komunitas Madiun Runners menjadi salah satu bukti meningkatnya minat olahraga jalan cepat tersebut.
Sejak berdiri 22 Mei 2015, komunitas dengan jargon Mlayu Ae itu kini sudah memiliki ratusan anggota.
‘’Sekarang anggotanya sudah sampai ratusan orang,’’ ujar Captain Madiun Runners Ahmad Salim Rifai, Minggu (20/4).
Mereka rutin menggelar dua jadwal lari setiap pekan. Pertama, pada Minggu pagi mulai pukul 06.00 dari kawasan Pahlawan Street Center (PSC).
Kedua, Rabu malam pukul 19.00 dengan titik kumpul di Plaza Madiun. Keduanya menempuh rute berbeda sejauh lima kilometer.
Menurut Salim, antusiasme tertinggi justru datang dari jadwal malam. Sekitar 50–100 pelari kerap ikut.
Bahkan, bisa terbagi menjadi tiga gerbong. Tiap gerbong terdiri atas 25–30 orang. Sedangkan di Minggu pagi, jumlah peserta berkisar 30–40 orang.
‘’Rabu malam biasanya lebih ramai karena usai pulang kerja. Kalau Minggu pagi, lebih santai,’’ jelasnya.
Tren olahraga ini melonjak usai pandemi Covid-19. Ketika ruang gerak masyarakat dibatasi, banyak yang mulai melirik lari sebagai solusi olahraga murah dan fleksibel.
‘’Lari bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Tidak perlu peralatan mahal,’’ imbuh pria 22 tahun asal Desa Joho, Dagangan, Kabupaten Madiun itu.
Salim menyebut banyak manfaat dari olahraga lari. Mulai dari menjaga kesehatan jantung dan paru-paru, mengontrol berat badan, hingga meningkatkan imunitas dan kualitas tidur.
‘’Juga jadi pelarian dari stres. Saat beban kerja menumpuk, banyak yang memilih lari untuk melepas penat,’’ tambahnya.
Menariknya, Madiun Runners terbuka untuk siapa saja. Tak ada syarat khusus bagi yang ingin bergabung.
Baik pemula maupun pelari berpengalaman bisa ikut meramaikan agenda komunitas ini.
‘’Yang penting niat. Jangan malu karena outfit atau kecepatan. Semua bisa menyesuaikan. Yang penting lari bareng dan sehat bareng,’’ pungkas Salim. (err/den)
Editor : Hengky Ristanto