Jawa Pos Radar Madiun – Penyusunan arah pembangunan Kota Madiun untuk lima tahun ke depan mulai dibahas di meja legislatif.
Itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 dalam rapat paripurna DPRD Kota Madiun, Selasa (22/4).
Ketua DPRD Kota Madiun Armaya mengatakan dokumen yang disepakati masih berupa rancangan awal (ranwal).
Namun demikian, dokumen itu sudah memuat garis besar visi-misi kepala daerah terpilih serta program pembangunan yang akan dijalankan hingga 2029.
’’RPJMD ini akan menjadi pedoman dalam menjalankan pemerintahan. Tidak boleh ada program yang muncul tiba-tiba dan tidak tertuang dalam dokumen itu,’’ tegas Armaya yang akrab disapa Yayak itu.
Yayak menekankan pentingnya konsistensi antara RPJMD dengan visi-misi kepala daerah agar tidak menimbulkan kegaduhan politik.
Pihaknya juga akan mengevaluasi dokumen tersebut secara menyeluruh bersama tenaga ahli.
’’Prinsip kami, jangan sampai RPJMD melenceng dari arah yang sudah disepakati,’’ katanya.
Di sisi lain, Wali Kota Madiun Maidi menegaskan bahwa arah pembangunan Kota Madiun telah selaras dengan program nasional dan provinsi.
Mulai dari Asta Cita, Nawa Bhakti Satya, hingga Asta Karya akan disinergikan secara komprehensif.
’’Kalau semuanya sudah sinkron, tinggal gas. Tinggal dijalankan. Arah utamanya tetap pada penguatan SDM dan pertumbuhan ekonomi,’’ ujar Maidi.
Dia optimistis, target dalam RPJMD bisa direalisasikan dalam waktu empat tahun, lebih cepat dari masa perencanaan lima tahun. ’’Program ini kita kebut agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat secepatnya,’’ pungkas Maidi. (ggi/her/adv)
Editor : Mizan Ahsani