Jawa Pos Radar Madiun – Peralihan musim dari penghujan ke kemarau (pancaroba) meningkatkan suhu udara.
Diperkirakan mencapai 28-30 derajat celsius. Kondisi ini patut diwaspadai sebagai salah satu faktor pemicu kebakaran.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kota Madiun Sunardi Nurcahyono mengatakan, tiga kebakaran telah terjadi Januari-Februari 2025.
''Dua kebakaran bangunan dan satu kendaraan,” ujar Sunardi, Kamis (1/5).
Sementara pada 2024, tercatat 40 kejadian kebakaran. Amuk si jago merah sepanjang tahun lalu menyasar bangunan, lahan, dan kebakaran.
Yang perlu diwaspadai adalah kebakaran akibat korleting listrik.
Menjelang kemarau, Sunardi mengingatkan masyarakat lebih waspada terhadap potensi kebakaran.
“Bagi perokok, pastikan puntung rokok dibuang pada tempatnya dan sudah mati. Pastikan juga jaringan listrik aman dan mati sebelum meninggalkan rumah,” ungkapnya.
Sunardi juga meminta ibu-ibu fokus saat memasak dengan tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala.
Untuk mengurangi risiko kebakaran. Berbagai upaya edukasi kepada masyarakat dilakukan.
Damkar siap 24 jam dengan tiga mobil damkar dan satu mobil suplai air.
“Kami juga rutin menyosialisasikan pencegahan kebakaran kepada anak-anak TK, ibu-ibu, dan masyarakat umum,” pungkasnya. (err/den)
Data Kebakaran di Kota Madiun
Tahun 2024
Januari: 1 kejadian
Februari: -
Maret: 4 Kejadian
April: 2 kejadian
Mei: 2 kejadian
Juni: 5 kejadian
Juli: -
Agustus: 2 kejadian
September: 7 kejadian
Oktober: 6 kejadian
November: 7 kejadian
Desember: 4 kejadian
Tahun 2025
Januari: 2 kejadian
Februari: 1 kejadian
Editor : Mizan Ahsani