Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun terus mendorong budaya literasi masyarakat melalui optimalisasi layanan Perpustakaan Daerah (Perpusda).
Tahun ini, koleksi buku kembali bertambah 2.000 eksemplar buku cetak.
‘’Pengadaan tahun lalu fokus digital. Tahun ini kami tambah buku fisik,’’ kata Pustakawan Dispusip Siti Wahyu Sulastri, Minggu (11/5).
Total koleksi Perpusda mencapai 24.787 judul dengan 58.507 eksemplar buku cetak. Sementara koleksi digital mencapai 7.293 judul dengan 40.320 eksemplar.
Hampir 40 persen di antaranya berupa buku fiksi yang banyak dicari pengunjung untuk hiburan atau tugas sekolah.
Jumlah pengunjung juga terus meningkat. Sejak Januari hingga April 2025 tercatat 85.527 kunjungan.
Angka itu diprediksi melampaui total tahun lalu yang mencapai 130.000 kunjungan.
‘’Rata-rata pengunjung per hari sekitar 200–300 orang,’’ sebut Wahyu.
Jumlah peminjam aktif hingga April sebanyak 6.143 orang, dengan total peminjaman buku 13.726 kali.
Pengunjung yang membaca di tempat mencapai 4.751 orang, sementara anggota baru yang mendaftar sebanyak 695 orang.
Salah satu inovasi yang diapresiasi yakni layanan pengingat pengembalian buku lewat WhatsApp.
‘’Sejak ada notifikasi, hampir tidak ada buku yang lupa dikembalikan,’’ ujarnya.
Berdasarkan data 2024, Kota Madiun mencatatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) sebesar 96,93.
Dan, Tingkat Gemar Membaca (TGM) sebesar 96,53. Angka itu masuk kategori sangat tinggi menurut Perpusnas.
Hingga saat ini, Kota Madiun memiliki 216 perpustakaan. Terdiri dari satu perpustakaan umum, tiga perpustakaan kecamatan, 27 perpustakaan kelurahan, tujuh pojok baca, serta puluhan taman bacaan masyarakat.
Pemkot juga aktif menjalankan program hibah TPBIS dari Perpusnas sejak 2022.
Tahun ini, hibah berupa rak, buku, komputer, televisi, dan pelatihan SDM diterima Kelurahan Kejuron dan Sogaten.
‘’Total tahun ini ada 15 kelurahan, 4 TBM, dan 3 rumah ibadah yang dapat bantuan,’’ pungkas Wahyu. (err/den)
Editor : Hengky Ristanto