Jawa Pos Radar Madiun – Dua calon jemaah haji (CJH) asal Kota Madiun mendapat kesempatan berangkat lebih awal ke Tanah Suci.
Sumali dan anaknya, Uus, resmi dilepas dari Masjid Az-Zahro, Rabu (14/5) pukul 05.00.
Mereka tergabung dalam kloter 46 syarikah MCDC dan langsung menuju Asrama Haji Surabaya.
Kepala Bagian Perekonomian dan Kesra Setda Kota Madiun, Danang Novianto, menjelaskan bahwa sebelumnya keduanya masuk kloter 89.
Namun karena ada kekosongan di kloter 46, mereka dipindah untuk memudahkan koordinasi.
"Kalau tetap di kloter 89, lokasinya terlalu jauh dari jemaah lainnya yang berada di wilayah Misfalah," terangnya.
Sumali dan Uus dijadwalkan terbang ke Madinah pagi ini (15/5) pukul 07.15.
Keduanya akan bergabung dengan jemaah dari 12 hingga 14 kabupaten karena sistem keberangkatan tahun ini memakai skema one kloter one syarikah.
Sementara itu, pemberangkatan CJH kloter 52 dengan jumlah 152 orang akan dilaksanakan Jumat (16/5) sore dari Masjid Agung Baitul Hakim.
Wali Kota Madiun dijadwalkan melepas langsung rombongan tersebut.
Sedangkan 21 jemaah lainnya dalam kloter 55 akan berangkat Sabtu (17/5).
Petugas Haji Daerah (PHD) Kota Madiun, Muhammad Anshori, menuturkan bahwa para jemaah mendapatkan pembekalan, atribut, paspor, dan living cost selama di Asrama Haji.
Kloter 52 akan take off ke Jeddah Sabtu malam dan melanjutkan perjalanan ke Makkah.
Miqat dilakukan di Yalamlam, Jeddah, untuk menghindari kelelahan para jemaah lansia jika dilakukan malam hari.
Rombongan akan wukuf di Arafah pada 8 Dzulhijah dan berada di Makkah selama 32–34 hari, sebelum berpindah ke Madinah.
“Meski terbagi dalam tiga kloter, semua jemaah tetap berada di wilayah Misfalah sehingga koordinasi tetap terjaga,” tandas Anshori. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto