Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Jelang Wukuf, Jemaah Haji Kota Madiun Pegang Kartu Nusuk, 26 Lansia Ikut Program Murur

Erlita H • Senin, 2 Juni 2025 | 02:15 WIB
Para jemaah haji Kota Madiun saat menjalani aktivitas ibadah di Kakbah, kompleks Masjidilharam menjelang Armuzna. FOTO: ISTIMEWA
Para jemaah haji Kota Madiun saat menjalani aktivitas ibadah di Kakbah, kompleks Masjidilharam menjelang Armuzna. FOTO: ISTIMEWA

Jawa Pos Radar Madiun – Menjelang puncak ibadah haji 2025/1446 H, Petugas Haji Daerah (PHD) Kota Madiun Muhammad Anshori meminta jemaah haji mulai mengurangi aktivitas di Masjidilharam.

Tujuannya, menjaga kebugaran tubuh saat pelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

‘’Seluruh kegiatan sudah mulai dikurangi demi persiapan pelaksanaan puncak haji,’’ ujarnya, Minggu (1/6).

Anshori menyebut seluruh persiapan administrasi telah rampung.

Termasuk pembagian kartu nusuk yang menjadi syarat utama dari otoritas Arab Saudi agar jemaah bisa masuk wilayah Armuzna.

‘’Semua jemaah Kota Madiun sudah pegang kartu nusuk dan siap berangkat, tinggal menunggu waktu,’’ terangnya.

Sesuai jadwal, jemaah akan bergerak ke Arafah pada 4 Juni atau 8 Dzulhijjah.

Wukuf dilaksanakan 5 Juni, lalu melempar jumrah di Mina pada 6 Juni, dan kembali ke Makkah pada 9 Juni. Selanjutnya, jemaah menuju Madinah sekitar 18 Juni.

‘’Pada 10 Dzulhijjah jemaah akan lempar jumrah aqabah. Dilanjut 11 dan 12 Dzulhijjah dengan jumrah ula, wustha, dan aqabah,’’ jelasnya.

Seluruh jemaah Kota Madiun sepakat mengambil nafar awal.

Pihaknya telah mengajukan permohonan transportasi dari Mina ke Makkah agar difasilitasi panitia kloter.

Tantangan utama saat Armuzna adalah suhu ekstrem di Makkah yang bisa mencapai 43–50 derajat Celsius.

‘’Kami minta jemaah tidak sering keluar masuk tenda saat di Arafah untuk menjaga tubuh tetap prima,’’ imbuhnya.

Bagi jemaah lanjut usia (lansia), sebanyak 26 orang mengikuti program murur.

Mereka langsung menuju Mina setelah wukuf tanpa bermalam di Muzdalifah. Disiapkan 16 bus khusus untuk program tersebut.

‘’Muzdalifah itu area terbuka tanpa atap. Lansia lebih baik langsung ke Mina agar tetap sehat,’’ pungkasnya. (err/den)

Editor : Hengky Ristanto
#kota madiun #wukuf #jemaah haji #Armuzna