Jawa Pos Radar Madiun – Universitas PGRI Madiun (UNIPMA) resmi berusia 50 tahun.
Kampus yang berdiri sejak 1975 dengan nama awal IKIP PGRI Madiun ini terus menunjukkan transformasi menuju perguruan tinggi unggulan nasional berkelas dunia yang inovatif.
Kini UNIPMA memiliki 30 program studi, mulai dari jenjang D3, S1, hingga pascasarjana.
Delapan program studi di antaranya sudah mengantongi akreditasi Unggul.
Yakni, S1 Pendidikan Fisika, S2 Pendidikan IPS, S1 Pendidikan PPKn, S1 Pendidikan Bahasa Indonesia, S1 Pendidikan Biologi, S1 Pendidikan Ekonomi, S1 PGSD, dan S1 Pendidikan Matematika.
“Akreditasi Unggul menjadi tolok ukur utama kualitas sebuah kampus,” ungkap Rektor UNIPMA, Dr. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd., Rabu (4/6).
Dalam menopang kualitas akademik, UNIPMA terus memperkuat SDM dan infrastruktur. Dari total 256 dosen, sebanyak 90 telah bergelar doktor.
Saat ini, kampus tersebut memiliki dua guru besar. Ditargetkan tahun ini akan bertambah tiga guru besar lagi.
“Ini menjadi syarat untuk membuka program S3. Sebab Madiun belum memiliki kampus dengan prodi doktoral,” terang Supri.
Tak hanya itu, UNIPMA juga menjalin kerja sama internasional, salah satunya dengan Walailak University Thailand, dalam bentuk program pertukaran dosen dan mahasiswa.
Penguatan tata kelola digital juga terus digencarkan dengan sistem single send dan surat elektronik berbasis teknologi informasi.
“Dengan sistem berbasis teknologi, semua pekerjaan jadi lebih efisien,” tegasnya.
Prestasi lainnya datang dari bidang olahraga. UNIPMA sukses meraih juara umum 3 cabang pencak silat pada Pomprov Jatim 2025.
Empat mahasiswa berhasil membawa pulang medali, terdiri atas satu emas, satu perak, dan dua perunggu.
Perayaan Dies Natalis ke-50 tahun ini mengusung tema Sinergi Perguruan Tinggi, Dunia Industri dan Pemerintah dalam Mendorong Kesejahteraan Masyarakat Melalui Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital.
Rangkaian kegiatan digelar, mulai dari fun run, pemilihan Putra-Putri UNIPMA 2025, Porsema, malam puncak Grove Specta, hingga orasi ilmiah oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, hari ini (5/6).
Editor : Hengky Ristanto