Jawa Pos Radar Madiun – Kesehatan hewan kurban terus dipantau. Pemeriksaan postmortem yang dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kota Madiun kemarin (6/6) mendapati tiga ekor sapi tidak sepenuhnya sehat.
Dua sapi ditemukan mengalami cacing hati dan satu lainnya terindikasi pneumonia.
Kabid Pertanian DKPP Kota Madiun Wahyu Niken Febrianti mengatakan, potongan hati dari salah satu sapi dinyatakan tidak layak konsumsi.
Sementara paru-paru sapi dengan pneumonia masih bisa dimanfaatkan sebagian. ‘’Bagian lain tetap sehat dan aman,’’ jelasnya.
Menurutnya, semua hewan kurban telah diperiksa secara kasat mata dalam tahap ante-mortem sebelum disembelih.
Pemeriksaan meliputi PMK, LSD, serta kondisi umum seperti kaki dan pernapasan.
Setelah itu, pemeriksaan lanjutan dilakukan melalui postmortem terhadap organ dalam.
‘’Langkah ini untuk menjamin keamanan pangan kurban,’’ ungkapnya.
Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun melakukan pengawasan menyeluruh di 15 kecamatan.
Tim disebar ke titik-titik penyembelihan untuk memeriksa organ dalam hewan kurban.
Salah satu lokasi pemantauan dilakukan di Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu.
Tim dokter hewan DKPP Kabupaten Madiun Denny Irawan Wardhana menyebutkan, sebanyak 17 sapi diperiksa dan seluruhnya dinyatakan sehat.
‘’Tidak ditemukan infeksi atau kasus cacing hati. Semuanya aman dikonsumsi,’’ tandas Denny. (ggi/ryu/her/den)
Editor : Hengky Ristanto