Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Ekonomi Kota Madiun Tumbuh 5,87 Persen, PDRB Capai Rp 3,2 Triliun

Erlita H • Selasa, 17 Juni 2025 | 15:10 WIB
Pertumbuhan ekonomi Kota Madiun terus menanjak, ditopang sektor pertanian dan jasa, dengan PDRB tembus Rp 3,2 triliun triwulan I 2025. FOTO: BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Pertumbuhan ekonomi Kota Madiun terus menanjak, ditopang sektor pertanian dan jasa, dengan PDRB tembus Rp 3,2 triliun triwulan I 2025. FOTO: BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Madiun pada triwulan pertama 2025 mencatatkan pertumbuhan positif.

Meski berada di tengah efisiensi anggaran nasional melalui Inpres 1/2025, roda ekonomi tetap bergerak aktif.

Kepala BPS Kota Madiun Abdul Aziz menyebut, secara year-on-year (yoy), PDRB naik 5,87 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Nilai atas dasar harga konstan naik dari Rp 3,06 triliun menjadi Rp 3,20 triliun.

“Pertumbuhan ini cukup menggembirakan. Hampir semua sektor masih bergerak aktif,” kata Aziz, Selasa (17/6).

Peningkatan juga terjadi secara quarter-to-quarter (q-to-q), yakni 1,23 persen dari triwulan IV 2024 ke triwulan I 2025.

Sektor primer tumbuh paling tinggi, yakni 30,34 persen, didorong panen padi dan kontribusi kehutanan serta perikanan.

Sektor sekunder naik 5,22 persen dan sektor tersier tumbuh 7,83 persen.

Sektor perdagangan, transportasi, jasa penginapan, keuangan, dan komunikasi jadi motor pertumbuhan sektor tersier.

“Perdagangan besar dan eceran serta jasa transportasi cukup kuat menopang,” tambahnya.

Secara regional, Kota Madiun lebih unggul dibanding daerah sekitar seperti Ngawi dan Pacitan.

Namun, Kabupaten Bojonegoro masih tercatat sebagai penyumbang ekonomi terbesar.

Aziz merekomendasikan percepatan belanja pemerintah, peningkatan investasi padat karya, serta mendorong konsumsi masyarakat untuk menjaga laju pertumbuhan.

Ia juga menyoroti peluang Madiun menjadi pusat perdagangan dan layanan kesehatan di wilayah barat Jatim.

“Kalau Madiun jadi pusat pendidikan dan layanan kesehatan unggulan, maka pergerakan ekonomi akan lebih kuat,” terangnya.

Wali Kota Maidi menyambut baik capaian tersebut.

Ia menegaskan pentingnya menjaga pertumbuhan dengan belanja daerah yang terjadwal dan pelayanan publik yang berkualitas.

“Kalau orang puas datang ke Madiun, maka dampaknya langsung ke ekonomi,” ujarnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#kota madiun #PDRB #pertanian #pertumbuhan ekonomi