Jawa Pos Radar Madiun – Suasana berbeda tampak di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Madiun, kemarin (17/6).
Sebanyak 20 warga binaan pemasyarakatan (WBP) serius menyimak pelatihan budidaya ikan lele sebagai bagian dari program reintegrasi sosial.
Bapas Madiun bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun.
Pelatihan dilengkapi praktik langsung menggunakan kolam terpal bundar dan 1.000 bibit lele.
“Kami ingin klien pemasyarakatan mandiri secara ekonomi dan tidak kembali ke lingkungan negatif,” ujar Kepala Bapas Madiun Agus Yanto.
Peserta sebelumnya telah dibekali keterampilan dasar selama berada di lembaga pemasyarakatan.
Kali ini, mereka fokus pada praktik beternak lele, yang dinilai sesuai dengan program ketahanan pangan nasional.
“Melalui usaha produktif, mereka juga bisa berkontribusi bagi masyarakat,” imbuh Agus.
Subkoordinator Pengolahan dan Pemasaran Ikan DKPP Kota Madiun Yeni Adiwidiyastuti menyebut metode kolam terpal cocok untuk lahan terbatas.
Pelatihan juga mencakup teknik membuat pakan fermentasi sebagai alternatif pakan pabrik. “Yang penting mau belajar dan konsisten,” pungkasnya. (err/den)
Editor : Hengky Ristanto