Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

STIKes BHM Madiun Kukuhkan 151 Wisudawan, Lulusan Terbaik Raih IPK 3,97

Archi • 2025-06-22 03:02:25
Lulus 3,5 tahun, 151 mahasiswa STIKes BHM Madiun diwisuda Sabtu (21/6). FOTO: ISTIMEWA
Lulus 3,5 tahun, 151 mahasiswa STIKes BHM Madiun diwisuda Sabtu (21/6). FOTO: ISTIMEWA

Jawa Pos Radar Madiun – Suasana haru dan bangga menyelimuti Bima Ballroom, Hotel Aston Madiun, Sabtu (21/6) pagi.

Sebanyak 151 mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Bhakti Husada Mulia (BHM) Madiun resmi dikukuhkan sebagai wisudawan dalam Wisuda Angkatan ke-16 Gelombang I.

Dari jumlah tersebut, 145 berasal dari Program Studi S1 Keperawatan, dan 6 lainnya dari Profesi NERS.

Wisuda kali ini terasa istimewa karena untuk pertama kalinya meluluskan angkatan kurikulum 2021 yang ditempuh dalam waktu hanya 3,5 tahun atau 7 semester.

Lebih cepat dari sistem sebelumnya yang memakan waktu 4 tahun penuh.

Ketua STIKes BHM Madiun, Dr. Retno Widiarini, S.KM., M.Kes, menegaskan bahwa percepatan kurikulum ini dirancang untuk menjawab tantangan dunia kerja dan seleksi CPNS.

"Kami ingin lulusan segera mengantongi ijazah dan memanfaatkannya untuk masuk dunia kerja atau lanjut studi," ujarnya.

Tak hanya dari Madiun dan sekitarnya, para wisudawan juga datang dari berbagai penjuru Indonesia—seperti NTB, Lampung, hingga Kalimantan.

Ini menunjukkan bahwa daya tarik STIKes BHM Madiun sudah merambah secara nasional.

Dengan mengusung tema “Menjadi Perawat Profesional, Mengabdi dengan Hati dan Melayani dengan Ilmu”, wisuda ini tidak hanya menjadi ajang pelepasan, tetapi juga penanaman nilai kemanusiaan dan profesionalisme.

Pada kesempatan yang sama, kampus juga melantik pengurus baru Ikatan Alumni STIKes BHM periode 2025, dengan fokus utama membuka akses karier dan memperkuat jejaring lintas instansi.

Namun, momen paling menginspirasi datang dari sosok Na’ilah Ilma’arif, wisudawati asal Madiun yang meraih gelar lulusan terbaik dengan IPK 3,97.

Dalam skripsinya, ia meneliti pengaruh rebusan daun kemangi terhadap kadar asam urat pada penderita Gout Arthritis di wilayah kerja Puskesmas Dimong, Kabupaten Madiun.

Na’ilah dikenal sebagai mahasiswi teladan—aktif dalam organisasi kampus, kegiatan sosial, dan selalu disiplin.

“Saya bersyukur bisa menyelesaikan kuliah dengan baik. Semoga STIKes BHM terus mencetak perawat hebat,” ungkapnya penuh haru.

Dalam pidato wisudanya, Retno menyampaikan harapan agar para lulusan menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal untuk berkarya dan mengabdi.

“Selamat kepada para wisudawan, semoga ilmunya menjadi bekal berharga untuk melanjutkan langkah ke jenjang lebih tinggi,” tuturnya. (chi/her)

Editor : Hengky Ristanto
#STIKes BHM Madiun #kota madiun #lulusan #ipk #wisuda #wisudawan