Jawa Pos Radar Madiun – Pemeliharaan jalan di Kota Madiun tahun ini menunjukkan progres menggembirakan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) setempat mengklaim bahwa proses aspal ulang dan perbaikan jalan mengalami percepatan dibandingkan target awal.
Tujuannya tak lain agar masyarakat bisa segera merasakan manfaat infrastruktur yang lebih baik.
Menurut Kabid Bina Marga DPUPR Kota Madiun, Agus Tri Sukamto, pemeliharaan berkala itu menyasar 62 ruas jalan yang terbagi dalam empat paket pekerjaan.
Pekerjaan sudah memasuki pekan kedelapan dan progres di sebagian paket bahkan melampaui ekspektasi.
“Alhamdulillah, beberapa paket mengalami percepatan,” ujar Agus, Senin (23/6).
Fokus pemeliharaan diarahkan pada jalur-jalur strategis, seperti akses wisata dan distribusi pangan, demi mendukung efektivitas program daerah maupun pusat.
Agus menegaskan, perbaikan jalan bukan sekadar memperbaiki kerusakan, melainkan bagian dari strategi penguatan konektivitas wilayah.
Berikut sebaran progres empat paket yang tengah digarap.
Paket I: 15 ruas sepanjang 5,35 km di Kelurahan Tawangrejo, Sukosari, Pilangbango, Kelun, Kanigoro, dan Sogaten. Progres: 27,38 persen
Paket II: 14 ruas sepanjang 5,82 km di Banjarejo, Pangongangan, Klegen, Kejuron, dan Pandean. Progres: 65,35 persen
Paket III: 16 ruas sepanjang 5,63 km di Nambangan Lor, Kelun, Oro-Oro Ombo, dan Rejomulyo. Progres: 48,28 persen
Paket IV: 17 ruas sepanjang 5,16 km di Demangan, Klegen, Kejuron, dan Manisrejo. Progres: 23,95 persen
Penentuan titik-titik perbaikan dilakukan dengan pendekatan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) dan survei langsung kelaikan jalan.
Tujuannya agar perbaikan yang dilakukan tepat sasaran dan menjawab kebutuhan masyarakat.
“Insya Allah ruas jalan di bawah pengelolaan kami mayoritas sudah dalam kondisi baik,” pungkas Agus. (ggi/den)
Editor : Hengky Ristanto