Jawa Pos Radar Madiun – Konflik geopolitik di Timur Tengah mulai menampakkan dampaknya hingga ke daerah.
Di Kota Madiun, Badan Pusat Statistik (BPS) mengingatkan adanya potensi inflasi akibat terganggunya distribusi minyak mentah global.
Kepala BPS Kota Madiun, Abdul Azis, menyampaikan bahwa ketegangan internasional tersebut patut diwaspadai.
Tidak hanya berdampak pada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), tetapi juga bisa berimbas pada distribusi bahan pangan dan bahan baku industri.
’’Fenomena global ini bisa mengganggu pasokan. Jika harga BBM naik, otomatis sektor lain ikut terdampak,’’ jelas Azis, Rabu (25/6).
Menurutnya, stabilisasi harga dan pasokan menjadi kunci untuk mencegah lonjakan inflasi yang tidak terkendali.
Pemerintah daerah diminta memperkuat monitoring distribusi dan harga komoditas, sebagai bentuk mitigasi atas tekanan eksternal yang kini tengah membayangi perekonomian nasional.
’’Karena isu ini berawal dari global, masuk ke nasional, dan otomatis bisa berdampak ke daerah. Monitoring jadi penting, baik dari sisi pasokan maupun harga,’’ katanya.
Azis juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat agar tidak panik menghadapi isu-isu harga.
Dia menyarankan agar warga tidak melakukan aksi borong atau panic buying, karena justru akan memperparah kondisi dengan menciptakan lonjakan permintaan.
’’Tidak perlu panic buying. Insya Allah pasokan barang masih aman. Yang penting tetap hemat dan waspada,’’ tandasnya. (ggi/her)
Editor : Hengky Ristanto