Jawa Pos Radar Madiun – Polemik sistem penerimaan murid baru (SPMB) jenjang SMA di Kota Madiun terus bergulir.
Dewan Pendidikan Jawa Timur (Jatim) turun tangan menindaklanjuti sejumlah aduan dari wali murid terkait dugaan kecurangan.
Anggota Dewan Pendidikan Jatim Prof Parji mengatakan, pihaknya menerima laporan siswa bernilai tinggi tidak lolos seleksi, kalah bersaing dengan peserta bernilai lebih rendah.
“Kalau memang ada dugaan kecurangan harus disemprit,” tegasnya, Selasa (2/7).
Guru besar Universitas PGRI Madiun itu menyebut, kondisi ini menimbulkan banyak tanda tanya.
Terutama karena siswa yang tidak lolos berdomisili di Kota Madiun. Ia menilai perlu dilakukan validasi dan verifikasi terhadap seluruh komponen seleksi.
“Kenapa siswa yang nilainya tinggi bisa kalah? Itu harus diklarifikasi,” ujarnya.
Menurut Parji, persaingan dalam penerimaan siswa baru memang hal wajar.
Namun, prosesnya harus transparan dan sesuai aturan.
“Kalau kalah secara sah, bisa mencari alternatif SMK atau swasta. Sekarang kualitas sekolah swasta juga sudah bagus,” tuturnya.
Ia juga meminta Dinas Pendidikan Jatim memberi kejelasan kepada masyarakat agar polemik tidak berlarut.
“Penyelesaian harus sesuai aturan yang berlaku,” tandasnya. (ggi/her)
Editor : Hengky Ristanto