Jawa Pos Radar Madiun – Kurikulum pendidikan jenjang SD hingga SMP di Kota Madiun akan mengarah pada penguatan kemampuan bahasa asing dan teknologi informasi.
Pembaruan itu tengah disusun sebagai pedoman kegiatan belajar mengajar tahun ajaran 2025/2026.
Wali Kota Madiun Maidi menyatakan, penguasaan bahasa internasional dan kecakapan IT menjadi kebutuhan utama agar peserta didik mampu bersaing secara global.
‘’Kota Madiun kami desain sebagai kota mendunia. Butuh SDM yang mampu berbahasa internasional dan menguasai IT,’’ ujar Maidi, Minggu (6/7).
Menurutnya, kecakapan berbahasa asing wajib dibentuk sejak dini.
Tidak hanya bahasa Inggris, tetapi juga Jepang, Mandarin, dan Arab.
‘’Kami ingin anak-anak Kota Madiun unggul. Semoga melalui kurikulum ini bisa mewujudkan Indonesia Emas 2045,’’ harapnya.
Maidi menambahkan, fasilitas penunjang untuk pembelajaran IT sudah disiapkan.
Salah satunya dengan memaksimalkan penggunaan perangkat chromebook.
‘’Kalau sudah berjalan, anak-anak akan terbiasa dan terampil,’’ imbuhnya.
Kepala Dindik Kota Madiun Lismawati menyebut kurikulum baru ini dirancang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Meski fokus pada bahasa dan teknologi, nilai budaya dan kearifan lokal tetap diintegrasikan.
‘’Mulai diterapkan pada SPMB tahun ajaran baru ini. Pembiasaan bahasa asing akan dilakukan lebih intensif,’’ jelasnya.
Kurikulum tersebut diharapkan menjadi pondasi kuat dalam mencetak generasi unggul, berdaya saing tinggi, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
‘’Harus bermutu dan relevan dengan tantangan masa depan,’’ pungkas Lismawati. (ggi/den)
Editor : Hengky Ristanto