Jawa Pos Radar Madiun – Warga Jawa Timur diimbau waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem selama beberapa hari ke depan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena cuaca ini terjadi mulai 8 hingga 11 Juli.
Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Madya Stasiun Geofisika Nganjuk, Setiyaris, menjelaskan kondisi atmosfer saat ini dipengaruhi gelombang Kelvin dan aktivitas low frequency yang memicu ketidakstabilan udara.
’’Massa udara di Jatim sangat mudah terangkat ke atmosfer, ditambah suhu muka laut di sekitar perairan cukup hangat,’’ terangnya, Rabu (9/7).
Kombinasi faktor tersebut mendukung pembentukan awan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Daerah konvergensi atau pertemuan angin juga terpantau di beberapa wilayah, meningkatkan potensi hujan lebat dan angin kencang.
’’Bukan berarti sepanjang minggu akan selalu hujan deras. Tapi potensi cuaca buruk tetap ada, termasuk kemungkinan mendung atau berawan,’’ tegas Setiyaris. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto